Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Arif Budi

Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:34 WIB
Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka
Presiden Donald Trump resmi memulai kunjungan pentingnya ke China dengan bertemu langsung Presiden Xi Jinping di Beijing, Kamis (15/5) waktu setempat. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Presiden Trump dan Xi Jinping sepakat menjaga Selat Hormuz tetap terbuka guna menjamin kelancaran distribusi energi dunia.
  • Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral di Beijing pada Kamis, 14 Mei 2026, untuk membahas isu internasional.
  • Kedua pemimpin turut mendiskusikan peluang peningkatan kerja sama ekonomi serta isu sensitif terkait kedaulatan wilayah di Taiwan.

Suara.com - Gedung Putih menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap dibuka demi menjaga kelancaran distribusi energi dunia.

Kesepakatan itu disampaikan setelah kedua pemimpin menggelar pertemuan di Beijing pada Kamis (14/5/2026). Gedung Putih menyebut pembicaraan Trump dan Xi berlangsung dengan baik.

"Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas," kata Gedung Putih dalam pernyataannya dinukil dari AFP.

Ketegangan di kawasan Selat Hormuz meningkat sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu.

Saat konflik berlangsung, Teheran menutup aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia.

Sebagai balasan, AS menerapkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April.

China menjadi salah satu negara yang paling terdampak akibat terganggunya jalur energi tersebut.

Selat Hormuz (science.nasa.gov)
Selat Hormuz (science.nasa.gov)

Berdasarkan data perusahaan analis maritim Kpler, lebih dari setengah impor minyak mentah China yang dikirim lewat jalur laut berasal dari Timur Tengah dan mayoritas melewati Selat Hormuz.

Gedung Putih juga mengklaim Xi menunjukkan ketertarikan untuk membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat guna mengurangi ketergantungan China terhadap jalur Selat Hormuz.

baca juga

Namun, pemerintah China tidak menyinggung hal tersebut dalam pernyataan resminya.

Kementerian Luar Negeri China hanya menyebut Trump dan Xi membahas sejumlah isu internasional, termasuk perang di Timur Tengah, konflik Ukraina, dan situasi Semenanjung Korea.

"Kedua kepala negara saling bertukar pandangan tentang isu-isu internasional dan regional utama, termasuk situasi di TimurTengah, krisis Ukraina, dan Semenanjung Korea," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China.

Pertemuan keduanya berlangsung di Aula Besar Rakyat, Beijing, dalam kunjungan kenegaraan Trump yang sempat tertunda.

Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama Presiden AS ke China dalam satu dekade terakhir.

Xi Jinping menyambut Trump dengan karpet merah dan seremoni kenegaraan sebelum keduanya memulai pembicaraan bilateral.

Gedung Putih menegaskan bahwa kedua pemimpin juga membahas peluang peningkatan kerja sama ekonomi antara Washington dan Beijing.

"Presiden Trump mengadakan pertemuan yang baik dengan Presiden Xi dari China. Kedua pihak membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi," tulis Gedung Putih.

Meski begitu, Gedung Putih tidak menyinggung pembahasan mengenai Taiwan, isu yang selama ini menjadi titik sensitif hubungan AS-China.

Media pemerintah China sebelumnya melaporkan bahwa Xi memperingatkan Trump mengenai potensi konflik jika persoalan Taiwan tidak ditangani secara hati-hati.

"Masalah Taiwan merupakan isu terpenting dalam hubungan China-AS," kata Xi dalam pertemuan tersebut.

"Jika ditangani dengan tidak tepat, kedua negara dapat berbenturan atau bahkan berkonflik, mendorong seluruh hubungan China-AS ke dalam situasi yang sangat berbahaya," ucap Xi memperingatkan Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi

Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:27 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Terkini

Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan

Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:33 WIB

Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat

Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:27 WIB

Mawar Kuning dan Tangis Haru Nadiem Makarim Jelang Sidang Vonis

Mawar Kuning dan Tangis Haru Nadiem Makarim Jelang Sidang Vonis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:19 WIB

Korban Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Hampir 50 Ribu Orang Hilang

Korban Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Hampir 50 Ribu Orang Hilang

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:15 WIB

Pendukung hingga Driver Gojek Padati PN Jakpus, Polisi Siaga Jelang Vonis Nadiem

Pendukung hingga Driver Gojek Padati PN Jakpus, Polisi Siaga Jelang Vonis Nadiem

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:06 WIB

Siapa Lucas Trejo? Pesepakbola Argentina Sedih Istri dan 2 Anaknya Tewas di Gempa Venezuela

Siapa Lucas Trejo? Pesepakbola Argentina Sedih Istri dan 2 Anaknya Tewas di Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:00 WIB

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:39 WIB

Komnas Perempuan Minta Maaf, Akui Kasus Penyekapan Yuvita di Bandung Ekstrem dan Sadis!

Komnas Perempuan Minta Maaf, Akui Kasus Penyekapan Yuvita di Bandung Ekstrem dan Sadis!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:09 WIB

Susul Roy Suryo dan dr Tifa! Tiga Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Jokowi Segera Diseret ke Kejaksaan

Susul Roy Suryo dan dr Tifa! Tiga Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Jokowi Segera Diseret ke Kejaksaan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:52 WIB

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB

×