- Militer Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla yang membawa 500 aktivis termasuk 9 WNI dari Turki menuju Gaza.
- Pemerintah Israel menahan para aktivis dengan alasan menggagalkan rencana provokasi untuk menembus blokade laut di wilayah Gaza.
- Pemerintah Indonesia mengupayakan pembebasan sembilan WNI melalui jalur diplomasi dan hukum dengan melibatkan bantuan dari pihak ketiga.
Suara.com - Militer Israel armada laut Global Sumud Flotilla yang membawa misi kemanusian ke Gaza.
Di dalam kapal Global Sumud Flotilla tersebut diketahui juga berisi 9 warga negara Indonesia (WNI), termasuk sejumlah jurnalis.
Media Israel melaporkan armada tersebut berangkat dari kota pesisir Marmaris, Turki, pada Kamis lalu.
Seorang pejabat Israel mengklaim para aktivis di atas kapal kemungkinan akan melakukan perlawanan saat dicegat.
Pejabat Israel itu menyebut para aktivis Global Sumud Flotilla, termasuk 9 WNI akan dibawa ke penjara terapung.
“Kami akan mengambil alih mereka dan membawa mereka ke penjara terapung. Kami memperkirakan akan ada perlawanan terhadap penangkapan, mungkin juga penggunaan senjata tajam,” kata sumber tersebut seperti dikutip media Israel, Ynet.
Menariknya, setelah aksi pencegatan dan penangkapan para aktivis ini, pihak pemerintah Israel justru membantah kapal yang mendekati konvoi tersebut berasal dari militer mereka.

Namun laporan dari media Israel lainnya menyebut Angkatan Laut Israel telah menguasai sedikitnya 28 kapal dari total sekitar 50 kapal yang ikut dalam armada tersebut.
Konvoi itu diketahui membawa sekitar 500 aktivis pro-Palestina yang berusaha menembus blokade laut Gaza.
Pemerintah Israel menyebut operasi dilakukan ratusan kilometer dari wilayah Gaza dan diklaim berlangsung tanpa insiden serius.
Pihak Israel mengancam penahanan kapal Global Sumud Flotilla akan membuat kapal lain membatalkan pelayaran dan kembali ke titik asal.
“Kami sedang menggagalkan rencana provokatif untuk menembus blokade laut terhadap Hamas di Gaza,” kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Di sisi lain, juru bicara armada Global Sumud Flotilla menuding Israel melakukan pelanggaran hukum internasional.
Global Sumud Flotilla mengklaim kontak dengan sedikitnya 23 kapal sempat hilang setelah operasi pencegatan dimulai.
“Kami memperkirakan Israel akan mencoba menghentikan armada ini dan mencegah blokade Gaza ditembus,” kata perwakilan flotilla kepada media Al-Araby.