- Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mendesak peningkatan keamanan akibat tingginya angka kriminalitas di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
- Pemerintah dan aparat diminta mengedepankan strategi pencegahan berbasis patroli rutin daripada sekadar respons setelah terjadi tindak kejahatan.
- Aparat harus membongkar jaringan kriminal serta mengoptimalkan fasilitas publik seperti CCTV dan lampu jalan demi kenyamanan warga.
Suara.com - Rasa aman bukan sesuatu yang boleh dianggap istimewa oleh warga Jakarta. Pernyataan itu dilontarkan anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Kevin Wu, saat merespons meningkatnya angka kriminalitas di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, daerah pemilihan yang ia wakili.
Kevin menegaskan, situasi keamanan yang memburuk tidak bisa lagi diperlakukan sebagai kejadian biasa.
"Meningkatnya tindak kriminal di dapil saya, khususnya wilayah Jakarta Barat, tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa atau kasus per kasus saja," ujar Kevin kepada Suara.com, Rabu (20/5/2026).
Ia menggambarkan betapa kecemasan itu kini telah merasuk ke dalam rutinitas harian warga.
"Kalau warga sudah mulai merasa takut keluar malam, takut pulang kerja, atau khawatir melewati jalan tertentu, berarti negara harus hadir lebih kuat di lapangan," kata anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta itu.
Kevin lantas mendesak berbagai instansi, mulai dari Polda Metro Jaya, Polres, Polsek, Pemerintah Kota, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga aparat kecamatan dan kelurahan, untuk bergerak secara terpadu.
Ia menyoroti bahwa pola pengamanan selama ini cenderung bersifat tanggap-darurat, bukan pencegahan.
"Pengamanan jangan hanya reaktif setelah ada korban, tapi harus berbasis pencegahan. Titik-titik rawan begal, jambret, curanmor, tawuran, peredaran miras dan obat-obatan terlarang harus dipetakan secara detail, lalu dijaga dengan patroli rutin pada jam-jam rawan," kata Kevin.
Kehadiran aparat di lapangan, menurutnya, harus benar-benar terasa oleh warga, bukan sekadar imbauan di atas kertas.
"Patroli harus lebih terlihat oleh masyarakat. Bukan hanya lewat imbauan, tapi benar-benar hadir di jalan, di permukiman padat, area kos-kosan, pusat keramaian, pasar, terminal kecil, jalur sepi, dan titik rawan kriminalitas. CCTV juga harus dipastikan aktif, lampu jalan harus terang, dan kanal pengaduan warga harus cepat direspons," pinta Kevin.

Tak berhenti di permukaan, Kevin juga menuntut agar aparat membongkar jaringan di balik aksi kriminal, bukan sekadar menangkap pelaku lapangan.
"Kalau ada jaringan curanmor, penadah barang curian, premanisme, peredaran obat terlarang, atau kelompok yang sengaja menciptakan keresahan, itu harus ditindak tegas," tuturnya.
Di penghujung pernyataan, Kevin menegaskan satu prinsip yang ia pegang teguh soal fungsi negara terhadap warganya.
"Keamanan warga adalah pelayanan dasar. Jakarta tidak boleh menjadi kota yang warganya hebat bertahan hidup, tapi dibiarkan merasa tidak aman. Pemerintah dan aparat harus mengembalikan rasa aman itu, karena rasa aman adalah hak warga, bukan bonus dari negara," pungkas legislator partai berlambang gajah itu.