KPK Beberkan 1.720 Laki-laki Terjerat Korupsi, Perempuan Lebih 'Tahan Iman'?

Dwi Bowo Raharjo | Dea Hardiningsih Irianto | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2026 | 12:23 WIB
KPK Beberkan 1.720 Laki-laki Terjerat Korupsi, Perempuan Lebih 'Tahan Iman'?
Eks Bupati Pati Sudewo dan sejumlah tersangka dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • KPK menangani 1.880 kasus korupsi di Indonesia sepanjang tahun 2004 hingga 2026 dengan dominasi pelaku laki-laki sebanyak 1.720 orang.
  • Lembaga antirasuah tersebut kini memfokuskan pengawasan ketat pada lima sektor rawan, yakni bisnis, pelayanan publik, SDA, politik, dan hukum.
  • Deputi Penindakan KPK menekankan bahwa sinergi dengan pengawasan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mempersempit ruang gerak bagi para pelaku korupsi.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan catatan merah penanganan kasus korupsi di Indonesia selama lebih dari dua dekade terakhir.

Sejak tahun 2004 hingga 2026, lembaga antirasuah ini total telah menangani 1.880 kasus korupsi.

Namun, ada fakta menarik di balik ribuan kasus tersebut, yakni dominasi gender pelaku yang sangat timpang.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku tindak pidana korupsi yang diringkus adalah laki-laki. Dari total 1.880 kasus, sebanyak 1.720 pelakunya adalah pria, sementara sisanya adalah perempuan.

“Dari 1.880 tindak pidana korupsi yang ditangani oleh KPK, 1.720-nya pelakunya adalah laki-laki. Sedangkan 160-nya, itu perempuan,” ungkap Asep saat memberikan keterangan di Banten, Kamis (21/5/2026).

Melihat kontrasnya angka tersebut, Asep secara berseloroh menyebutkan bahwa kaum hawa cenderung lebih memiliki integritas dalam melawan godaan korupsi.

Berarti yang antikorupsi itu adalah dari gender perempuan.

5 Sektor Krusial yang Jadi Bidikan KPK

Selain memaparkan data pelaku, Asep juga menjelaskan bahwa saat ini KPK memfokuskan radar pengawasannya pada lima sektor utama yang dinilai paling rawan terjadi praktik lancung.

Kelima area tersebut adalah sektor bisnis, pelayanan publik, sumber daya alam (SDA), politik, dan hukum.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di gedung Merah Putih KPK, Kamis (20/11/2025). [Suara.com/Dea]
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu saat memberikan keterangan pers di gedung Merah Putih KPK. [Suara.com/Dea]

Asep mencontohkan beberapa kasus nyata yang sedang dan telah ditangani di sektor-sektor sensitif tersebut.

“Contoh di area pelayanan publik. Nah ini, kasus dugaan pemerasan RPTKA (di Kemenaker),” ujar Asep.

Tak hanya di pusat, gurita korupsi juga menyasar kekayaan alam di daerah.

“Nah, lanjut lagi sekarang yang ke area sumber daya alam, ini kasus di Kalimantan Tengah dan lain-lain. Silakan, lanjut lagi. Ini terkait masalah politik, nah ini penyuapan yang kemudian ini area hukum,” jelasnya lebih lanjut.

Menutup keterangannya, Asep menegaskan bahwa keberhasilan penindakan yang dilakukan KPK tidak semata-mata karena kerja internal lembaga saja. Sinergitas antara KPK dan laporan serta pengawasan dari masyarakat menjadi kunci utama dalam memberantas tikus berdasi.

Ia berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar ruang gerak koruptor semakin sempit. Asep menekankan bahwa peran aktif masyarakat patut mendapatkan apresiasi tinggi dalam perjalanan panjang pemberantasan korupsi di tanah air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar

Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:40 WIB

Andrie Yunus Nyaris Buta, Bakal Dikirim ke Profesor India yang Tangani Novel Baswedan

Andrie Yunus Nyaris Buta, Bakal Dikirim ke Profesor India yang Tangani Novel Baswedan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:08 WIB

KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG

KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:14 WIB

Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat

Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:18 WIB

Terkini

Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!

Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:40 WIB

KPK: Seharusnya MBG Dilakukan Secara Selektif, Bukan Masif

KPK: Seharusnya MBG Dilakukan Secara Selektif, Bukan Masif

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:26 WIB

Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas

Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:49 WIB

Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban

Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:40 WIB

Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini

Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:25 WIB

Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun

Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:21 WIB

Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran

Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:05 WIB

Menlu Austria Ngamuk ke Anak Buah Benjamin Netanyahu: Perlakuannya Tidak Dapat Diterima!

Menlu Austria Ngamuk ke Anak Buah Benjamin Netanyahu: Perlakuannya Tidak Dapat Diterima!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:47 WIB

Menteri PPPA Jadikan Keluarga Gus Dur Contoh Rumah Tangga Tanpa Kekerasan dan Bias Gender

Menteri PPPA Jadikan Keluarga Gus Dur Contoh Rumah Tangga Tanpa Kekerasan dan Bias Gender

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:37 WIB

Sudah Empat Hari, Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng Belum Tuntas Dipadamkan

Sudah Empat Hari, Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng Belum Tuntas Dipadamkan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:27 WIB