- Pemprov DKI Jakarta memperpanjang jalur LRT hingga Dukuh Atas untuk menghubungkan lima moda transportasi publik di ibu kota.
- Proyek yang diumumkan Gubernur Pramono Anung ini bertujuan menciptakan sistem transportasi terintegrasi berbasis Transit Oriented Development yang efisien.
- Pengembangan kawasan Dukuh Atas diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar koridor transportasi.
Suara.com - Kawasan Dukuh Atas akan menjelma menjadi simpul pertemuan lima moda transportasi sekaligus seiring rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang jalur LRT Jakarta dari Manggarai ke sana.
Kelima moda yang akan bertemu di titik itu adalah LRT Jakarta, MRT Jakarta, KRL Commuter Line, Transjakarta, dan Kereta Bandara.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Iwan Takwin, menyebut pengembangan ini bukan sekadar membangun jalur baru, melainkan membentuk ekosistem mobilitas perkotaan masa depan Jakarta.
“Konsep utama dari master plan ini adalah membangun integrasi transportasi dan kawasan melalui pendekatan Transit Oriented Development (TOD). Karena itu, rute LRT Jakarta diarahkan menuju simpul-simpul strategis seperti Manggarai dan Dukuh Atas agar masyarakat dapat berpindah moda transportasi secara cepat dan nyaman,” ujarnya, mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Rencana ini diumumkan sebagai bagian dari visi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang modern, terkoneksi, dan berkelanjutan.
Pramono menegaskan keputusan perpanjangan trase itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan serta kemampuan fiskal Pemprov DKI Jakarta.
“Untuk LRT yang diputuskan adalah extension dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, untuk menuntaskan satu jalur mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas,” terangnya.
![Suasana di Stasiun LRT (Jabodebek) Dukuh Atas saat uji coba terbatas di Jakarta, Kamis (6/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/07/06/48787-stasiun-lrt-dukuh-atas-lrt-light-rail-transit.jpg)
Iwan pun menambahkan, Koridor Manggarai dan Dukuh Atas dipilih karena peran strategisnya sebagai titik temu mobilitas warga Jakarta dan kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Kehadiran LRT di Dukuh Atas juga diyakini akan melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan kawasan berbasis transit.
“Setiap titik stasiun akan menciptakan kebangkitan ekonomi baru. Aktivitas masyarakat yang semakin tinggi akan membuka peluang usaha, menggerakkan ekonomi lokal, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga di sekitar koridor transportasi,” jelas Iwan.
Sebagai langkah awal, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai kini tengah berjalan dan ditargetkan segera beroperasi sebelum perpanjangan menuju Dukuh Atas dimulai.