Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:46 WIB
Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh
Ilustrasi Dapur MBG (pexels.com/Sony Feo)
  • IDAI mendesak pemerintah memprioritaskan pemberian protein hewani dari pangan lokal untuk mencegah stunting pada anak usia enam bulan.
  • Penggunaan susu formula dalam program Makan Bergizi Gratis dinilai kurang efektif dibandingkan makanan pendamping berbasis sumber pangan lokal.
  • Pemerintah diminta mengalihkan anggaran susu formula guna memperkuat kemandirian pangan nasional serta intervensi gizi berbasis bukti ilmiah klinis.

Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendorong pemerintah memprioritaskan pangan lokal dalam upaya pencegahan stunting dibanding distribusi susu formula massal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

IDAI menilai tatalaksana nutrisi anak usia di atas enam bulan yang terbukti efektif mencegah stunting adalah makanan pendamping ASI berbasis protein hewani dari pangan lokal.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, Dr Yoga Devaera, Sp.A, Subsp.NPM(K), mengatakan pangan lokal memiliki efektivitas lebih baik dalam mencegah stunting.

“Pangan lokal lebih ampuh cegah stunting. Untuk anak di atas 6 bulan, makanan terbaik untuk mencegah stunting adalah protein hewani dari pangan lokal seperti telur, ikan, ayam, dan daging,” kata Yoga dalam siaran pers, Kamis (21/5/2026).

Makan Bergizi Gratis. [Ist]
Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis yang mengandung protein hewani. [Ist]

IDAI juga menegaskan substitusi berbasis susu formula bukan pendekatan utama penanganan stunting. Tatalaksana nutrisi pasca 6 bulan (MPASI) yang terbukti secara klinis mencegah stunting dengan pemberian protein hewani dari pangan lokal.

"Seperti telur, ikan, daging, bukan substitusi berbasis Ultra-Processed Food (UPF) berupa susu formula," imbuh Yoga.

Karena itu, IDAI meminta pemerintah mempertimbangkan pengalihan anggaran pengadaan susu formula komersial untuk memperkuat program MPASI berbasis pangan lokal.

IDAI menyebut langkah tersebut penting untuk mendukung kemandirian pangan nasional sekaligus memperkuat intervensi gizi berbasis bukti ilmiah dalam penanganan stunting.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K), mengatakan pihaknya sebenarnya mendukung seluruh upaya pemerintah dalam memperbaiki gizi nasional.

“IDAI berharap BGN dapat segera melakukan telaah ulang dan sinkronisasi petunjuk teknis sebelum kebijakan ini menimbulkan kerugian kesehatan yang luas," kata Piprim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi

Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:00 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:48 WIB

Terkini

Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi

Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:39 WIB

Api Lahap Auditorium Lantai 4 Binus University di Jakarta Barat

Api Lahap Auditorium Lantai 4 Binus University di Jakarta Barat

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:36 WIB

Dafta Negara Protes Kekejaman Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI

Dafta Negara Protes Kekejaman Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:31 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan Telkomsel Perkuat Coverage Pekerja Informal melalui Jamsostek Poin"

BPJS Ketenagakerjaan dan Telkomsel Perkuat Coverage Pekerja Informal melalui Jamsostek Poin"

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:17 WIB

Daftar Karya Ahmad Bahar: Pernah Tulis Buku Jokowi, Gibran Hingga Anies Baswedan

Daftar Karya Ahmad Bahar: Pernah Tulis Buku Jokowi, Gibran Hingga Anies Baswedan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:09 WIB

28 Tahun Reformasi: Demokrasi Surut, Ekonomi Dihantui Krisis Kepercayaan

28 Tahun Reformasi: Demokrasi Surut, Ekonomi Dihantui Krisis Kepercayaan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:25 WIB

Ketika Peluh TNI Membasuh Dahaga Warga Pulomerak Cilegon

Ketika Peluh TNI Membasuh Dahaga Warga Pulomerak Cilegon

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:15 WIB

Operasi Senyap di Blok M: Sehari Diintai, 13 Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan!

Operasi Senyap di Blok M: Sehari Diintai, 13 Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:49 WIB

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:34 WIB

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:29 WIB