Prabowo Target 100 GW PLTS dalam Tiga Tahun: Seberapa Siap Indonesia Mewujudkannya?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:30 WIB
Prabowo Target 100 GW PLTS dalam Tiga Tahun: Seberapa Siap Indonesia Mewujudkannya?
Panel surya (Pexels/Michael Pointner)

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 100 gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam tiga tahun ke depan sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan memperkuat kemandirian energi nasional.

Namun, di balik ambisi besar tersebut, muncul pertanyaan mengenai kesiapan Indonesia dari sisi industri, sumber daya manusia, hingga tata kelola kelembagaan.

Target itu disampaikan Prabowo dalam pidato rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

"Produksi listrik dari tenaga surya akan kita percepat. Kita sudah canangkan akan membangun 100 gigawatt dari tenaga surya dalam tiga tahun ini," ujar Presiden.

Pidato Presiden Prabowo di DPR pada Rabu (20/5/2026) belum disambut positif oleh pasar modal. IHSG terus anjlok pada perdagangan Sesi 1. [Antara].
Pidato Presiden Prabowo di DPR pada Rabu (20/5/2026) belum disambut positif oleh pasar modal. IHSG terus anjlok pada perdagangan Sesi 1. [Antara].

Pemerintah menempatkan energi surya sebagai salah satu pilar utama transisi energi nasional. Pengembangan listrik berbasis energi terbarukan tersebut juga akan berjalan beriringan dengan program elektrifikasi kendaraan bermotor untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan impor BBM.

Langkah ini mendapat apresiasi dari Institute for Essential Services Reform (IESR). Lembaga tersebut menilai target 100 GW PLTS menunjukkan adanya komitmen politik yang kuat untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia.

Meski demikian, IESR mengingatkan bahwa pencapaian target tersebut tidak hanya bergantung pada kemauan politik, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukung di lapangan.

Direktur Riset dan Inovasi IESR, Raditya Wiranegara, mengatakan pembangunan PLTS dalam skala besar membutuhkan tahapan implementasi yang realistis agar tidak mengganggu stabilitas sistem kelistrikan nasional.

Menurutnya, Indonesia perlu memastikan kesiapan rantai pasok industri, ketersediaan tenaga kerja terampil, serta kapasitas sistem kelistrikan untuk menyerap tambahan listrik dari energi surya yang bersifat intermiten atau bergantung pada kondisi cuaca.

baca juga

Selain tantangan teknis, Raditya menilai aspek kelembagaan menjadi faktor yang tidak kalah penting. Pengembangan proyek energi terbarukan berskala besar melibatkan banyak kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha sehingga membutuhkan koordinasi yang jelas.

"Kejelasan mandat kelembagaan menjadi krusial karena akan menentukan efektivitas koordinasi lintas sektor, perencanaan program, pembagian peran, serta pengawasan pelaksanaan di lapangan," kata Raditya dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).

Menurut IESR, tanpa institusi yang memiliki mandat kuat untuk memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan program, target 100 GW berpotensi menghadapi hambatan berupa tumpang tindih kewenangan, keterlambatan perizinan, hingga ketidaksinkronan perencanaan antar sektor.

Karena itu, kesiapan Indonesia mewujudkan target 100 GW PLTS tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membangun pembangkit dalam jumlah besar. Keberhasilannya juga bergantung pada kemampuan pemerintah menyiapkan regulasi, memperkuat koordinasi lintas lembaga, mengembangkan kapasitas industri nasional, dan memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IESR Sebut Solusi Energi Prabowo Berisiko Tambah Beban Fiskal: Sawit Mahal!

IESR Sebut Solusi Energi Prabowo Berisiko Tambah Beban Fiskal: Sawit Mahal!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB

Surat Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Keras, DPR Bongkar Banyaknya Biaya Siluman Investasi RI

Surat Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Keras, DPR Bongkar Banyaknya Biaya Siluman Investasi RI

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:35 WIB

Kena Prank 3 Detik: Saat Harapan Gaji Guru Amblas di Podium DPR

Kena Prank 3 Detik: Saat Harapan Gaji Guru Amblas di Podium DPR

Your Say | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Anggaran MBG 2027 Bakal Turun, Segini Hitung-hitungannya!

Anggaran MBG 2027 Bakal Turun, Segini Hitung-hitungannya!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 14:44 WIB

Banggar DPR Respons Usulan Gaji Kepala Daerah Naik Demi Cegah Korupsi: Direm Dulu, Jaga Fiskal

Banggar DPR Respons Usulan Gaji Kepala Daerah Naik Demi Cegah Korupsi: Direm Dulu, Jaga Fiskal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 14:43 WIB

Tampang Ciut Bang Jago Naik Ninja Pukul Pengendara di Jagakarsa, Kini Pasrah Dites Urine Polisi

Tampang Ciut Bang Jago Naik Ninja Pukul Pengendara di Jagakarsa, Kini Pasrah Dites Urine Polisi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 14:29 WIB

Sekolah Rakyat Bertambah 100 Unit pada 2027, Pemerintah Siapkan Dana Jumbo Rp26,3 Triliun

Sekolah Rakyat Bertambah 100 Unit pada 2027, Pemerintah Siapkan Dana Jumbo Rp26,3 Triliun

News | Senin, 06 Juli 2026 | 14:28 WIB

Komnas HAM Kecam Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Desak Kasus Diusut Tuntas

Komnas HAM Kecam Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Desak Kasus Diusut Tuntas

News | Senin, 06 Juli 2026 | 14:19 WIB

Gagal Ngumpet! Maling Motor Sembunyi di Plafon Rumah Pacar Jatuh Terjerembab Usai Didobrak

Gagal Ngumpet! Maling Motor Sembunyi di Plafon Rumah Pacar Jatuh Terjerembab Usai Didobrak

News | Senin, 06 Juli 2026 | 14:11 WIB

Misteri Amplop di Meja Menhut, Kenapa Raja Juli Baru Lapor KPK Setelah Bupati Kuansing Ditangkap?

Misteri Amplop di Meja Menhut, Kenapa Raja Juli Baru Lapor KPK Setelah Bupati Kuansing Ditangkap?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:55 WIB

Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Sepanjang 2025, Capai 805 Laporan

Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Sepanjang 2025, Capai 805 Laporan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:53 WIB

Baru Lapor Tolak Suap Usai OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Tetap Berpeluang Diperiksa KPK!

Baru Lapor Tolak Suap Usai OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Tetap Berpeluang Diperiksa KPK!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:52 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Usai, Asap Beracun Bikin Puluhan Warga Tak Berani Pulang

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Usai, Asap Beracun Bikin Puluhan Warga Tak Berani Pulang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:50 WIB

×