Komnas HAM Kecam Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Desak Kasus Diusut Tuntas

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 06 Juli 2026 | 14:19 WIB
Komnas HAM Kecam Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Desak Kasus Diusut Tuntas
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Ketua Komnas HAM mengecam tewasnya ibu hamil akibat peluru nyasar di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Senin.
  • Komnas HAM mendesak pemerintah segera mengusut tuntas insiden tersebut guna memberikan keadilan hukum bagi korban dan keluarganya.
  • Negara diminta mengambil langkah serius menghentikan konflik bersenjata agar warga sipil di Papua tidak lagi menjadi korban.

Suara.com - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengecam tewasnya seorang ibu hamil akibat terkena peluru yang menembus dinding rumah di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Komnas HAM mendesak pemerintah segera mengusut tuntas peristiwa tersebut dan memastikan korban maupun keluarganya memperoleh keadilan.

Anis mengatakan insiden yang kembali menewaskan warga sipil di Papua menunjukkan perlunya langkah serius dari pemerintah untuk menghentikan kekerasan bersenjata sekaligus memastikan adanya pertanggungjawaban hukum.

"Tentu saja Komnas HAM menyesalkan, mengecam peristiwa yang sama berulang dan kami mendorong agar pemerintah melakukan langkah-langkah yang serius terutama adalah melakukan penegakan hukum sehingga memberikan keadilan bagi korban dan tentu pemulihan bagi korban dan anggota keluarga karena tanpa proses penegakan hukum, korban atas keadilan tidak bisa terpenuhi," kata Anis di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Anis, aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional, objektif, dan imparsial dalam mengusut penyebab kematian korban. Komnas HAM juga meminta adanya keterbukaan akses bagi mereka untuk melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran HAM tersebut 

"Memberikan akses yang seluas-luasnya bagi Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan karena di dalam prinsip hak asasi manusia dan hukum humanitar internasional ketika terjadi peristiwa yang membuat warga negara meninggal dunia maka kemudian harus dilakukan mekanisme akuntabilitas negara atau tanggung jawab," ujarnya.

Ia menegaskan Komnas HAM sebagai lembaga independen akan menindaklanjuti kasus tersebut. Namun, lembaganya membutuhkan akses yang memadai agar proses penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh.

"Dalam proses itu kami sebagai lembaga independen tentu akan melakukan tindak lanjut dan membutuhkan akses yang seluas-luasnya untuk melakukan penyelidikan," ucapnya.

Lebih lanjut, Anis meminta negara mengambil langkah yang lebih serius untuk menghentikan konflik bersenjata di Papua. Menurutnya, warga sipil selama ini menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban setiap kali terjadi kontak senjata.

"Komnas HAM mendorong agar negara mengambil langkah yang serius untuk menghentikan segala bentuk konflik bersenjata dimana selama ini warga sipil menjadi korban paling rentan dalam setiap kontak senjata yang terjadi di Papua," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Sepanjang 2025, Capai 805 Laporan

Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Sepanjang 2025, Capai 805 Laporan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:53 WIB

Peluru Tembus Dinding Tewaskan Ibu Hamil di Papua, DPR Minta Pemerintah Buka Siapa Pelakunya

Peluru Tembus Dinding Tewaskan Ibu Hamil di Papua, DPR Minta Pemerintah Buka Siapa Pelakunya

News | Senin, 06 Juli 2026 | 12:53 WIB

Tragedi Ibu Hamil Tewas di Sugapa, Komnas HAM Desak Akhiri Kekerasan di Wilayah Sipil

Tragedi Ibu Hamil Tewas di Sugapa, Komnas HAM Desak Akhiri Kekerasan di Wilayah Sipil

News | Senin, 06 Juli 2026 | 08:52 WIB

Terkini

Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Gas Rp255 Miliar

Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Gas Rp255 Miliar

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Dari Tazos hingga Tamiya: Mengenang Indahnya Bermain Tanpa Koneksi Internet

Dari Tazos hingga Tamiya: Mengenang Indahnya Bermain Tanpa Koneksi Internet

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Apa Bedanya Magic Com, Magic Jar, dan Rice Cooker? Ini Fungsi Masing-Masing

Apa Bedanya Magic Com, Magic Jar, dan Rice Cooker? Ini Fungsi Masing-Masing

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:55 WIB

Cicil Emas dari BRI Bisa Dapat Emas Langsung, Ini Caranya

Cicil Emas dari BRI Bisa Dapat Emas Langsung, Ini Caranya

Bri | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:54 WIB

Agnez Mo Raih Posisi 6 IMDb STARmeter Berkat Perankan Lila Hoth

Agnez Mo Raih Posisi 6 IMDb STARmeter Berkat Perankan Lila Hoth

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:52 WIB

Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN: Solusi Bersih-bersih atau Potensi Tumpang Tindih?

Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN: Solusi Bersih-bersih atau Potensi Tumpang Tindih?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:50 WIB

3 Krim Wajah Brand Korea untuk Noda Hitam Sesuai Review dan Harga

3 Krim Wajah Brand Korea untuk Noda Hitam Sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Ahli Nilai Polda Metro Tak Berwenang Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Sentul

Ahli Nilai Polda Metro Tak Berwenang Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Sentul

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:48 WIB

Luna Casano Cover Lagu Negoro Angin: Versi Global, Rasa Hati Tetap Lokal

Luna Casano Cover Lagu Negoro Angin: Versi Global, Rasa Hati Tetap Lokal

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Asing Gelontorkan Rp648 Miliar di Sesi I IHSG, Saham AMMN dan BBRI Diborong

Asing Gelontorkan Rp648 Miliar di Sesi I IHSG, Saham AMMN dan BBRI Diborong

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:43 WIB

×