- Serangan udara Israel di Desa Mashghara, Lebanon, pada Senin malam menewaskan 11 orang dan melukai 15 lainnya.
- Militer Israel menargetkan infrastruktur Hezbollah sebagai respons atas penggunaan drone peledak di wilayah perbatasan mereka.
- Pemerintah Lebanon melaporkan proses evakuasi terus dilakukan karena masih terdapat warga yang hilang di bawah reruntuhan.
Suara.com - Sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas dan 15 lainnya luka-luka setelah serangan udara Israel menghantam wilayah Lebanon timur pada Senin malam waktu setempat.
Serangan tersebut terjadi di desa Mashghara, Lembah Bekaa, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hezbollah.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut korban masih berpotensi bertambah karena sejumlah warga dilaporkan hilang tertimbun reruntuhan bangunan.
Media pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan proses evakuasi masih berlangsung hingga Selasa pagi.
Militer Israel mengklaim serangan itu menargetkan lebih dari 100 infrastruktur Hezbollah serta kelompok yang disebut sebagai teroris di wilayah Bekaa dan Lebanon selatan.
Operasi tersebut dilakukan setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menginstruksikan peningkatan serangan terhadap Hezbollah di seluruh Lebanon.
![Serangan udara Israel kembali mengguncang Lebanon. Kali ini, jet tempur Israel membombardir kawasan pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat pasukan Hizbullah. [istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/58298-lebanon-selatan.jpg)
Jurnalis Al Jazeera, Zeina Khodr, melaporkan sedikitnya 10 serangan terjadi hanya dalam waktu setengah jam di area permukiman padat penduduk.
“Belum ada jumlah korban final karena masih ada orang hilang. Alat berat masih menggali reruntuhan,” ujarnya dari lokasi kejadian.
Menurut laporan tersebut, serangan Israel dianggap sebagai bagian dari upaya menekan Hizbullah agar menghentikan penggunaan drone peledak yang menargetkan pasukan Israel di Lebanon selatan dan wilayah utara Israel.
Selain Mashghara, sejumlah wilayah lain di Lebanon selatan juga dilaporkan menjadi sasaran artileri dan serangan udara Israel.
Kota-kota seperti Arnoun, Yohmor al-Shaqif, Zawtar al-Sharqiyah, hingga Mayfadoun dilaporkan mengalami pengeboman intensif sejak dini hari.
Militer Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi untuk warga di kota Nabatieh.
Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, meminta warga segera meninggalkan rumah dan bergerak ke utara Sungai Zahrani.
“Untuk keselamatan Anda, segera tinggalkan rumah dan bergerak ke utara Sungai Zahrani. Siapa pun yang berada dekat anggota Hezbollah atau fasilitas militer mempertaruhkan nyawanya,” tulis Adraee di media sosial X.
Konflik di Lebanon semakin memburuk setelah Hezbollah terlibat dalam perang yang melibatkan Israel dan Iran sejak Maret 2026.
Hizbullah menyatakan serangan mereka merupakan balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.
Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 3.100 orang tewas sejak konflik memanas.
Sementara lebih dari 9.600 lainnya mengalami luka-luka dan sekitar satu juta warga terpaksa mengungsi akibat serangan yang terus berlanjut.