- Amerika Serikat melancarkan serangan militer di Iran selatan sebagai upaya pertahanan diri melindungi pasukan dari ancaman militer.
- Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan negosiasi damai di Qatar sedang membahas detail dokumen awal kesepakatan.
- Konflik di wilayah Iran dan Selat Hormuz mengancam jalur distribusi minyak global serta stabilitas keamanan di Timur Tengah.
Situasi di kawasan Teluk semakin sensitif karena konflik yang berlangsung selama hampir tiga bulan terakhir turut mengganggu jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia.
Dalam perundingan terbaru di Doha, Qatar, delegasi Iran dilaporkan membahas isu pembukaan kembali Selat Hormuz dan nasib cadangan uranium yang diperkaya tinggi milik Teheran.
Pemerintah Iran tetap bersikeras bahwa program nuklir mereka tidak ditujukan untuk pengembangan senjata nuklir.
Namun Presiden AS Donald Trump disebut menjadikan penghentian potensi senjata nuklir Iran sebagai tujuan utama negosiasi.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengeluarkan pernyataan keras terkait kehadiran militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
“Tangan waktu tidak akan berputar mundur, dan negara-negara kawasan tidak lagi menjadi tameng bagi pangkalan Amerika,” ujar Khamenei dalam pesan yang disiarkan televisi pemerintah Iran.