AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:38 WIB
AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz
Militer AS menghancurkan pusat kendali di Pelabuhan Bandar Abbas untuk menggagalkan ancaman serangan drone Iran. (Suara.com)
baca 10 detik
  • Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara di Bandar Abbas untuk melumpuhkan pusat kendali dan menghancurkan drone Iran.
  • Operasi militer dilakukan selama dua hari berturut-turut di sekitar Selat Hormuz sebagai langkah preventif mengamankan jalur pelayaran.
  • Tindakan agresif tersebut terjadi di tengah negosiasi gencatan senjata yang menemui jalan buntu setelah konflik tiga bulan.

Suara.com - Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara strategis ke Kota Pelabuhan Bandar Abbas untuk melumpuhkan pusat kendali armada udara Iran. Operasi agresif ini berhasil menghancurkan fasilitas militer utama sekaligus merontokkan empat pesawat tanpa awak milik Teheran.

Langkah taktis Washington tersebut diambil demi menggagalkan potensi peluncuran drone kelima yang dinilai mengancam keamanan. Eskalasi bersenjata ini terjadi tepat di tengah proses negosiasi gencatan senjata yang kian kritis.

Bentrokan udara di kawasan vital tersebut menjadi puncak ketegangan baru dari konflik yang telah membara selama hampir tiga bulan. Gempuran terbaru ini menandai hari kedua berturut-turut operasi militer sepihak yang dilancarkan oleh Pentagon.

Selat Hormuz (FOX)
Selat Hormuz (FOX)

Pemerintah Amerika Serikat berdalih bahwa tindakan represif tersebut terpaksa dilakukan demi meredam potensi ancaman yang lebih masif. Langkah ini diklaim sebagai upaya preventif untuk melindungi stabilitas wilayah perairan internasional.

"Tindakan ini terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata," ujar seorang pejabat resmi kepada kantor berita Reuters.

Otoritas keamanan Pentagon menegaskan bahwa kawanan drone milik Iran terdeteksi bergerak secara mencurigakan di sekitar Selat Hormuz.

Jalur pelayaran internasional tersebut merupakan urat nadi perdagangan minyak global yang sangat sensitif terhadap gejolak militer.

Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]
Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]

Keberadaan armada udara tanpa awak tersebut dinilai berpotensi mengacaukan lalu lintas kapal dagang dan kapal perang hilir mudik. Penindakan tegas di Bandar Abbas dipandang sebagai perimeter logis untuk mengamankan navigasi laut.

Sebelum operasi pengeboman pusat kendali ini terjadi, ketegangan di wilayah perairan Timur Tengah memang sudah berada di titik nadir.

baca juga

AS terus meningkatkan status kewaspadaan armada tempurnya di wilayah lingkar luar Iran.

Pada awal pekan ini, gelombang serangan udara pertama militer Amerika Serikat juga telah menyasar beberapa titik strategis lainnya. Fokus serangan fajar hari Senin tersebut diarahkan langsung ke instalasi peluncuran rudal bumi-ke-laut.

Selain fasilitas rudal, jet tempur Pentagon menghancurkan sejumlah kapal cepat milik Iran yang disinyalir tengah bersiap menebar ranjau laut

Seluruh target tersebut dituduh menjadi ancaman nyata bagi keselamatan personel militer AS serta kebebasan jalur pelayaran internasional.

Perseteruan bersenjata antara Washington dan Teheran ini berakar dari konflik regional yang telah berlangsung selama hampir sembilan puluh hari terakhir. Ketegangan terus memuncak seiring meningkatnya aktivitas militer Iran di koridor laut strategis.

Upaya diplomatik untuk meredakan situasi terus menemui jalan buntu akibat saling klaim provokasi di lapangan.

Situasi geopolitik di Selat Hormuz kini kian tidak menentu pasca rentetan serangan udara sepihak ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:42 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:20 WIB

Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat

Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:38 WIB

Terkini

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:10 WIB

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:35 WIB

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:14 WIB

×