Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 28 Mei 2026 | 15:19 WIB
Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim
Ilustrasi air minum dalam kemasan. (Pexels/Pixabay)
  • AMDATARA menegaskan industri AMDK harus menyeimbangkan kebutuhan produksi ekonomi dengan pelestarian lingkungan serta ketersediaan air bagi masyarakat luas.
  • Pemerintah dan pelaku industri perlu memperkuat riset berbasis sains serta regulasi guna mencegah krisis air di masa depan.
  • Badan Geologi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengawasi pemanfaatan air tanah serta menjamin akses air bersih berkelanjutan.

Suara.com - Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih dan ekspansi industri air minum dalam kemasan (AMDK), isu pengelolaan sumber daya air berkelanjutan kembali menjadi sorotan.

Pemanfaatan air tanah yang terus meningkat dinilai perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola, riset berbasis sains, serta pengawasan terhadap dampak lingkungan agar tidak memicu krisis air di masa depan.

Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menilai pengelolaan sumber daya air tidak lagi bisa hanya berfokus pada aspek pemanfaatan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan air bagi masyarakat.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, mengatakan industri AMDK menghadapi tantangan besar untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan produksi dengan upaya konservasi sumber daya air. Menurutnya, pengelolaan air yang berkelanjutan membutuhkan dukungan regulasi yang kuat serta kebijakan berbasis data ilmiah.

Ilustrasi air bersih. (pixabay.com)
Ilustrasi air bersih. (pixabay.com)

“Pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan agar kebutuhan industri tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” ujar Karyanto di Jakarta.

Menurutnya, penguatan riset dan kajian ilmiah menjadi penting untuk memastikan kebijakan pengelolaan air tidak hanya berorientasi jangka pendek. Pendekatan berbasis sains dinilai diperlukan untuk memantau kondisi air tanah, daya dukung lingkungan, hingga potensi risiko krisis air di berbagai wilayah.

AMDATARA menyebut sejumlah langkah konservasi mulai dilakukan pelaku industri, seperti pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), penanaman pohon, pembangunan sumur resapan, hingga pemantauan air tanah secara berkala. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi sumber daya air.

Di sisi lain, pemerintah juga menilai pengelolaan sumber daya air membutuhkan kolaborasi lintas pihak, termasuk antara regulator dan industri. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, mengatakan sinergi diperlukan untuk memperkuat pengawasan, kepatuhan regulasi, serta memastikan akses air bersih tetap terjaga.

“Kami berharap pengelolaan sumber daya air dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan memperkuat kerja sama antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan,” kata Lana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sekadar Bawa Tumbler, Riset Ungkap Aksi Iklim Paling Berdampak: Apa Saja?

Tak Sekadar Bawa Tumbler, Riset Ungkap Aksi Iklim Paling Berdampak: Apa Saja?

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:10 WIB

Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?

Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:09 WIB

Anak-anak Kini Bisa Belajar Perubahan Iklim Lewat Permainan

Anak-anak Kini Bisa Belajar Perubahan Iklim Lewat Permainan

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:08 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB