Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

Bangun Santoso

Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:50 WIB
Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
Universitas Gadjah Mada (UGM) - (SuaraJogja.id/HO-UGM)
baca 10 detik
  • Ratusan elemen masyarakat sipil berkumpul di UGM, Yogyakarta, pada 30 Mei 2026 untuk melaksanakan forum Konferensi Republik.
  • Kegiatan ini bertujuan mengonsolidasikan gerakan masyarakat sipil sebagai pilar aktif dalam mengawal arah kebijakan serta kehidupan bernegara.
  • Konferensi diharapkan menghasilkan rumusan peran strategis masyarakat sipil serta langkah konkret untuk menghadapi krisis demokrasi dan ekonomi.

Suara.com - Ratusan organisasi masyarakat sipil, aktivis, akademisi, dan tokoh intelektual se-Tanah Air akan berkumpul di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Sabtu 30 Mei 2026 besok, dalam forum bertajuk Konferensi Republik: Meneguhkan Civil Society Pilar Republik.

Konferensi ini adalah konsolidasi nasional berbagai elemen masyarakat sipil.

Forum tersebut menghadirkan ruang refleksi untuk berbagai pikiran yang selama ini tersebar di berbagai sudut gerakan. Dipertemukan, dipertegas, dan diubah menjadi kehendak kolektif yang terorganisir.

Ketua Umum Panitia Konferensi Republik, Sudirman Said, menegaskan bobot sejarah dari pertemuan yang akan digelar esok (30/5).

"Forum ini sejatinya ialah meneruskan panggilan sejarah. Republik ini digerakkan kehadirannya oleh civil society jauh sebelum negara hadir. Makanya, kerapatan civil society harus kembali dihadirkan sebagai poros yang turut aktif berkontribusi bagi hitam-putihnya Republik," kata Sudirman dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Menurut dia, sejarah mencatat, masyarakat sipil yang sebagian besar dipimpin oleh kaum cerdas-tercerahkan selalu menjadi suluh terdepan bagi rakyat dan perubahan zaman, bahkan penggerak utama menuju kemerdekaan.

Padahal kemunculan mereka adalah unintended consequences dari Politik Etis. Lebih-lebih, mereka minoritas sekali di tengah rakyat Indonesia yang kala itu belum banyak yang melek huruf.

Kontribusi mereka bukan saja sebagai agen pencerah, tapi yang lebih utama ialah pewakafan diri dan keteladanan laku konkret.

Sudirman memaparkan, berkat gerakan masyarakat sipil itulah bangsa ini terus naik kelas. Tonggak-tonggaknya hampir serupa "siklus 20 tahunan".

baca juga

"Mari kita cermati. Sebermula adalah tonggak 'Berbangsa' (1908), diikuti 'Bersatu' (1928), lalu 'Merdeka' (1945), 'Membangun' (1966), hingga tiba saatnya 'Berdemokrasi' (1998). Setelah 'Berdemokrasi', sepantasnyalah negeri ini makin naik kelas. Pertanyaannya, apakah hari-hari ini negeri kita sedang naik kelas?,"

Sekretaris Umum Panitia, Yanuar Nugroho, mengingatkan bahwa tantangan hari ini menuntut cara yang berbeda dari masa Reformasi 1998.

"Dulu kita bersatu tentang apa yang tidak kita mau. Hari ini kita berhadapan dengan oligarki yang bekerja lewat hukum, regulasi, dan kendali naras, jauh lebih licin. Masyarakat sipil mesti mulai memikirkan infrastruktur yang menyambungkan berbagai kelompok agar saling tahu, kenal, dan bergerak bersama. Republik ini tak kurang warga yang peduli. Tapi ia butuh penghubung yang menyatukannya," ujar Yanuar.

Dalam kerangka pikir itulah Konferensi Republik dirancang. Forum sehari penuh yang akan berlangsung di kampus UGM ini akan dibuka dengan pidato pembuka oleh Wakil Rektor UGM, Arie Sujito, dilanjutkan dengan keynote address oleh Prof. Komaruddin Hidayat.

Ketua Dewan Pers itu akan meletakkan dasar-dasar pandangan tentang relasi antara civil society dan kekuasaan dalam konteks krisis hari ini.

Setelah itu, konferensi akan bergerak ke sesi pleno yang membahas empat dimensi krisis secara bersamaan. Yakni, krisis representasi demokrasi, ketimpangan ekonomi dan pelemahan basis sosial, anatomi pelemahan institusi strategis, serta fragmentasi sosial dan depolitisasi publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:00 WIB

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:33 WIB

Closed Loop Kurban, Menuju Ekosistem Halal Berkelanjutan dan Penggerak Ekonomi Lokal

Closed Loop Kurban, Menuju Ekosistem Halal Berkelanjutan dan Penggerak Ekonomi Lokal

Opini | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:05 WIB

TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?

TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:50 WIB

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:06 WIB

Jogja Run D-City Sukses Diikuti Ribuan Pelari, Hasil Penjualan Tiket untuk Beasiswa Pendidikan

Jogja Run D-City Sukses Diikuti Ribuan Pelari, Hasil Penjualan Tiket untuk Beasiswa Pendidikan

Sport | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:07 WIB

Pakar Sebut Demokrasi RI Cuma 'Ethok-ethok', Alarm The Economist Jadi Peringatan

Pakar Sebut Demokrasi RI Cuma 'Ethok-ethok', Alarm The Economist Jadi Peringatan

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Gerakan Italia Sadar: Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji dan Protes Biaya Hidup

Gerakan Italia Sadar: Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji dan Protes Biaya Hidup

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:00 WIB

Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan

Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:00 WIB

Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang

Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 19:57 WIB

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 19:52 WIB

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:45 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 19:44 WIB

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:36 WIB

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 19:30 WIB

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:28 WIB

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:19 WIB

×