- Gudang limbah plastik dan tekstil di Desa Gandamekar, Kabupaten Bekasi, terbakar hebat pada Minggu petang sejak pukul 18.00 WIB.
- Dua belas unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk melokalisasi api agar tidak merambat lebih luas ke pemukiman warga sekitar.
- Insiden menyebabkan satu truk hangus serta tiga rumah terbakar, namun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Suara.com - Kobaran api hebat melanda sebuah gudang penyimpanan limbah di Kampung Rawajulang, Desa Gandamekar, Kabupaten Bekasi, pada Minggu petang. Banyaknya material plastik dan tekstil membuat si jago merah sulit dikendalikan, hingga memaksa tim pemadam kebakaran mengerahkan belasan armada dari berbagai instansi dan wilayah tetangga.
Kekuatan penuh dikerahkan untuk melokalisasi api agar tidak merambat lebih luas ke pemukiman sekitar. Operasi pemadaman ini melibatkan sinergi antara petugas pemadam internal kabupaten, bantuan dari Kota Bekasi, pihak swasta kawasan industri, hingga personel TNI.
"Dua belas mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Saat ini kami masih terus berupaya memadamkan api yang masih tersisa di area gudang," kata Komandan Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, di lokasi kejadian.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 18.00 WIB. Awalnya, petugas hanya mengirimkan armada dari pos terdekat, namun skala api yang membesar dengan sangat cepat membuat pusat komando segera menaikkan status darurat dan meminta bantuan tambahan.
"Awalnya mengerahkan tiga unit dari Mako Cibitung. Karena api cukup besar, kami juga meminta bantuan dari berbagai sektor termasuk Damkar Kota Bekasi," jelas Adhi.
Tantangan utama di lapangan adalah karakteristik objek yang terbakar. Gudang tersebut menyimpan tumpukan limbah plastik dan kain majun yang memiliki daya bakar tinggi, sehingga menciptakan panas ekstrem dan kepulan asap pekat yang menyulitkan ruang gerak petugas.
"Material yang terbakar berupa limbah plastik dan limbah tekstil seperti kain majun. Itu yang membuat proses pemadaman memakan waktu lebih lama. Setelah sekitar dua setengah jam, api masih belum dapat dikendalikan sepenuhnya," ujarnya.
Dampak dari insiden ini tidak main-main. Selain menghanguskan bangunan gudang beserta satu unit truk di dalamnya, lidah api sempat menyambar tiga rumah warga yang berdiri berdampingan dengan lokasi kejadian. Beruntung, koordinasi cepat petugas di lapangan berhasil mencegah adanya korban jiwa maupun luka-luka.
Mengenai pemicu awal munculnya api, pihak pemadam kebakaran belum bersedia memberikan keterangan spekulatif. Lokasi kejadian kini dalam pengawasan ketat untuk mempermudah proses investigasi oleh pihak kepolisian.
"Untuk dugaan sementara belum bisa dipastikan. Nanti pihak kepolisian yang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Yang jelas, api diduga berasal dari area gudang," ucap Adhi menutup penjelasannya.