- Polisi Belanda membanting dan menyeret seorang wanita hamil di pusat penampungan pencari suaka Zeist, Amsterdam.
- Kejadian bermula saat polisi merespons dugaan vandalisme dan ancaman pisau yang melibatkan seorang pria Palestina.
- Pihak berwenang Belanda hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penggunaan kekuatan oleh petugas.
Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita hamil dibanting dan diseret oleh polisi di Belanda viral di media sosial.
Dalam video yang beredar luas, sejumlah polisi terlihat berada di sebuah koridor bersama seorang pria dan wanita yang disebut sedang hamil.
Situasi awalnya tampak tenang sebelum salah satu petugas mendekati wanita tersebut untuk berbicara.
Beberapa detik kemudian, seorang polisi lain yang membawa tongkat serta seekor anjing pelacak berjalan ke arah wanita itu.
Rekaman menunjukkan petugas tersebut menarik wanita tersebut sebelum ia terjatuh ke lantai koridor.
Insiden itu langsung memicu reaksi dari seorang pria yang diduga suami dari wanita tersebut.
Pria tersebut berlari ke arah polisi dan diduga mencoba memukul petugas yang membawa anjing.
![Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita hamil dibanting dan diseret oleh polisi di Belanda viral di media sosial. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/06/01/32140-polisi-pukuli-wanita-hamil.jpg)
Keributan pun pecah. Beberapa polisi lainnya segera turun tangan untuk mengendalikan situasi dan mengamankan pria tersebut.
Dalam rekaman lain yang beredar setelah kejadian, wanita itu terlihat dalam kondisi lemas saat dua petugas menyeretnya menyusuri koridor.
Sementara itu, beberapa polisi lain tampak menahan pria yang terlibat dalam konfrontasi tersebut.
Menurut sejumlah laporan media Belanda, insiden itu terjadi di sebuah pusat penampungan pencari suaka di Zeist, kota yang terletak tidak jauh dari Amsterdam, Belanda.
Laporan yang beredar menyebut polisi awalnya merespons dugaan kasus vandalisme dan ancaman menggunakan pisau di area pusat suaka tersebut.
Namun hingga kini, detail lengkap mengenai kronologi kejadian masih menjadi perhatian publik.
Media setempat juga melaporkan bahwa pria dalam video tersebut merupakan warga Palestina berusia 30 tahun yang sedang menghadapi proses deportasi dan larangan masuk.
Menurut keterangan yang disampaikan wanita tersebut kepada media lokal, insiden bermula ketika dirinya berbicara dengan polisi di fasilitas penahanan tempat suaminya ditahan.
Hingga saat ini, pihak berwenang Belanda belum memberikan penjelasan rinci terkait penggunaan kekuatan oleh petugas dalam insiden tersebut