- Israel meminta dukungan Amerika Serikat untuk memperluas target operasi militer hingga ke wilayah Beirut, Lebanon.
- Pasukan Israel mengklaim telah menguasai kawasan strategis Kastil Beaufort di Lebanon selatan setelah meningkatkan aktivitas militer.
- Situasi lapangan menunjukkan kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Donald Trump pada pertengahan April tidak menghentikan konflik.
Suara.com - Israel dilaporkan meminta dukungan Amerika Serikat untuk memperluas target operasi militernya hingga ke Beirut, ibu kota Lebanon.
Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah, meski sebelumnya telah ada upaya diplomatik untuk meredakan konflik melalui pembicaraan yang difasilitasi Amerika Serikat.
Perkembangan terbaru ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada pertengahan April lalu.
Operasi Militer Israel di Lebanon Selatan
![Asap mengepul akibat serangan Israel di Lebanon selatan seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel pada hari Minggu di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Pasukan Israel mengumumkan bahwa mereka telah merebut kembali Punggungan Beaufort yang strategis di utara Sungai Litani. [Foto oleh Atef Safadi/EPA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/01/15401-israel-serang-lebanon.jpg)
Laporan mengenai kemungkinan perluasan operasi militer Israel pertama kali diungkap media Israel, Jerusalem Post, yang mengutip sejumlah pejabat pemerintah.
Rencana tersebut muncul bersamaan dengan peningkatan aktivitas militer Israel yang menargetkan posisi-posisi Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.
Pada Minggu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim pasukannya telah menguasai kawasan Kastil Beaufort.
Situs bersejarah yang merupakan benteng abad pertengahan itu berada di wilayah strategis Lebanon selatan dan menjadi salah satu titik yang diperebutkan dalam konflik yang berlangsung.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyatakan telah memerintahkan militer untuk memperluas operasi terhadap Hizbullah serta memperkuat kendali keamanan di wilayah perbatasan.
- Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?
Baca Juga
Efektivitas Gencatan Senjata Dipertanyakan
Perkembangan ini terjadi tidak lama setelah Lebanon dan Israel menggelar pembicaraan langsung tingkat duta besar yang difasilitasi Amerika Serikat di Washington pada 16 April lalu.
Usai pertemuan tersebut, Presiden Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang diharapkan dapat menurunkan eskalasi konflik di kawasan.
Namun, situasi di lapangan menunjukkan ketegangan masih terus berlangsung.
Laporan dari berbagai pihak menyebutkan bentrokan dan serangan lintas perbatasan masih terjadi di sejumlah wilayah Lebanon selatan meski kesepakatan telah diumumkan.
Militer Israel juga dilaporkan tetap melanjutkan operasi udara dan darat di beberapa kawasan yang dianggap sebagai basis aktivitas Hizbullah.