Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon

Arief Apriadi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24 WIB
Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon
Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya luka-luka setelah rentetan serangan udara menghantam berbagai wilayah pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]
  • Israel meminta dukungan Amerika Serikat untuk memperluas target operasi militer hingga ke wilayah Beirut, Lebanon.
  • Pasukan Israel mengklaim telah menguasai kawasan strategis Kastil Beaufort di Lebanon selatan setelah meningkatkan aktivitas militer.
  • Situasi lapangan menunjukkan kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Donald Trump pada pertengahan April tidak menghentikan konflik.

Suara.com - Israel dilaporkan meminta dukungan Amerika Serikat untuk memperluas target operasi militernya hingga ke Beirut, ibu kota Lebanon.

Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah, meski sebelumnya telah ada upaya diplomatik untuk meredakan konflik melalui pembicaraan yang difasilitasi Amerika Serikat.

Perkembangan terbaru ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada pertengahan April lalu.

Operasi Militer Israel di Lebanon Selatan

Asap mengepul akibat serangan Israel di Lebanon selatan seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel pada hari Minggu di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Pasukan Israel mengumumkan bahwa mereka telah merebut kembali Punggungan Beaufort yang strategis di utara Sungai Litani. [Foto oleh Atef Safadi/EPA]
Asap mengepul akibat serangan Israel di Lebanon selatan seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel pada hari Minggu di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Pasukan Israel mengumumkan bahwa mereka telah merebut kembali Punggungan Beaufort yang strategis di utara Sungai Litani. [Foto oleh Atef Safadi/EPA]

Laporan mengenai kemungkinan perluasan operasi militer Israel pertama kali diungkap media Israel, Jerusalem Post, yang mengutip sejumlah pejabat pemerintah.

Rencana tersebut muncul bersamaan dengan peningkatan aktivitas militer Israel yang menargetkan posisi-posisi Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.

Pada Minggu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim pasukannya telah menguasai kawasan Kastil Beaufort.

Situs bersejarah yang merupakan benteng abad pertengahan itu berada di wilayah strategis Lebanon selatan dan menjadi salah satu titik yang diperebutkan dalam konflik yang berlangsung.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyatakan telah memerintahkan militer untuk memperluas operasi terhadap Hizbullah serta memperkuat kendali keamanan di wilayah perbatasan.

Efektivitas Gencatan Senjata Dipertanyakan

Perkembangan ini terjadi tidak lama setelah Lebanon dan Israel menggelar pembicaraan langsung tingkat duta besar yang difasilitasi Amerika Serikat di Washington pada 16 April lalu.

Usai pertemuan tersebut, Presiden Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang diharapkan dapat menurunkan eskalasi konflik di kawasan.

Namun, situasi di lapangan menunjukkan ketegangan masih terus berlangsung.

Laporan dari berbagai pihak menyebutkan bentrokan dan serangan lintas perbatasan masih terjadi di sejumlah wilayah Lebanon selatan meski kesepakatan telah diumumkan.

Militer Israel juga dilaporkan tetap melanjutkan operasi udara dan darat di beberapa kawasan yang dianggap sebagai basis aktivitas Hizbullah.

Hizbullah Terus Melakukan Perlawanan

Di sisi lain, Hizbullah menyatakan akan terus melakukan perlawanan terhadap operasi militer Israel di wilayah Lebanon.

Kelompok tersebut menilai tindakan Israel sebagai ancaman terhadap kedaulatan Lebanon dan menyatakan akan merespons setiap serangan yang terjadi.

Ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon-Israel hingga kini masih menjadi salah satu titik konflik utama di Timur Tengah dan terus mendapat perhatian komunitas internasional, demikian Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:49 WIB

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:19 WIB

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:13 WIB

Mengapa Iran Mengendalikan Selat Hormuz?

Mengapa Iran Mengendalikan Selat Hormuz?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:20 WIB

Terkini

Kritik Keras Hasto PDIP di Hari Lahir Pancasila: APBN Mengkawatirkan, Utang Dibayar Pakai Utang!

Kritik Keras Hasto PDIP di Hari Lahir Pancasila: APBN Mengkawatirkan, Utang Dibayar Pakai Utang!

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:20 WIB

Pasutri Pemilik WO di Jaktim Tipu Calon Pengantin, Modus Promo Murah di Instagram Terbongkar

Pasutri Pemilik WO di Jaktim Tipu Calon Pengantin, Modus Promo Murah di Instagram Terbongkar

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:14 WIB

Hari Lahir Pancasila, Bobby Nasution Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Tantangan Global

Hari Lahir Pancasila, Bobby Nasution Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Tantangan Global

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:04 WIB

Prabowo dan Megawati Akrab di Gedung Pancasila: Saling Persilakan Jalan Berujung Gandengan dan Tawa

Prabowo dan Megawati Akrab di Gedung Pancasila: Saling Persilakan Jalan Berujung Gandengan dan Tawa

News | Senin, 01 Juni 2026 | 12:57 WIB

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:28 WIB

Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan

Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:21 WIB

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:06 WIB

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:49 WIB

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:38 WIB

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB