Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi

Bella, Faqih Fathurrahman

Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB
Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi
Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan. [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • Setara Institute mencatat Jawa Barat sebagai wilayah dengan tingkat pelanggaran kebebasan beragama tertinggi di Indonesia sejak tahun 2007.
  • Kurangnya kepemimpinan dari tokoh agama yang menjadi patron kuat masyarakat menyebabkan potensi intoleransi terus meningkat di berbagai daerah.
  • Pengabaian terhadap kearifan lokal dan budaya menjadi faktor krusial yang memperburuk kerentanan serta kegagalan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Suara.com - Setara Institute mencatat Jawa Barat masih menjadi lokus terbesar terjadinya peristiwa dan tindakan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia.

“Kalau kita melihat data longitudinal dari tahun 2007 ya, memang Jawa Barat masih menjadi lokus terbesar bagi terjadinya peristiwa dan tindakan pelanggaran kebebasan beragama berkeyakinan di Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan, di Komnas Perempuan, Senin (1/6/2026).

Namun, lanjut Halili, pelanggaran kebebasan beragama bukan semata persoalan tempat. Menurutnya, hal itu merupakan cerminan kegagalan toleransi dan kebinekaan sebagai platform bersama untuk hidup berdampingan secara damai dalam berbagai perbedaan.

“Maka di mana pun sangat potensial untuk terjadi pelanggaran kebebasan beragama berkeyakinan. Dalam konteks Indonesia secara faktual memang Jawa Barat yang paling besar sampai titik ini,” jelasnya.

Halili mengatakan ada sejumlah faktor yang menyebabkan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan. Salah satu yang paling penting adalah belum adanya figur sosial yang kuat dari kalangan tokoh agama.

“Kita ini masyarakat yang feodal secara umum. Feodal itu artinya kita membutuhkan satu patron ya, untuk masyarakat kita ini akhirnya menentukan preferensi mereka,” ucapnya.

“Patron yang terbesar itu ada dua: satu pemerintah, yang kedua figur sosial. Figur sosial itu bisa tokoh agama,” imbuhnya.

Halili mengatakan, selama tokoh masyarakat tidak memiliki kepemimpinan sosial yang kuat, peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan akan terus terjadi di tengah masyarakat.

“Patron yang ada di tengah-tengah masyarakat itu sudah semacam menjadi acuan mempengaruhi pilihan-pilihan dari secara umum masyarakat kita mengenai bagaimana mereka harus memberikan respons atas kelompok-kelompok yang sedikit,” ucapnya.

baca juga

Faktor lainnya, kata Halili, adalah aspek kultural. Menurutnya, penolakan terhadap kearifan lokal dan local genius yang hidup di tengah masyarakat berbanding lurus dengan meningkatnya intoleransi.

“Jadi kultur itu salah satu yang sangat mempengaruhi bagaimana pelanggaran kebebasan beragama berkeyakinan itu terjadi. Kalau tidak ada penguatan kultural, maka saya kira kerentanan kita akan semakin meningkat,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:09 WIB

Mafia Proyek Dapur MBG Gentayangan di Jabar, Duit Rp1,9 Miliar Melayang

Mafia Proyek Dapur MBG Gentayangan di Jabar, Duit Rp1,9 Miliar Melayang

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:20 WIB

Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional

Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:35 WIB

Bandung Membiru, Persib Rayakan Pancatakhta dan Hattrick Juara Bersama Bobotoh

Bandung Membiru, Persib Rayakan Pancatakhta dan Hattrick Juara Bersama Bobotoh

Foto | Senin, 25 Mei 2026 | 06:00 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30 WIB

Kerajaan-kerajaan yang Ada di Tatar Sunda

Kerajaan-kerajaan yang Ada di Tatar Sunda

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:54 WIB

Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Modus Catut Nama BGN dan Jual Koordinat SPPG

Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Modus Catut Nama BGN dan Jual Koordinat SPPG

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:51 WIB

Renovasi Stadion Pakansari Dikebut Jelang Piala AFF 2026

Renovasi Stadion Pakansari Dikebut Jelang Piala AFF 2026

Foto | Senin, 18 Mei 2026 | 18:05 WIB

Provinsi Jawa Barat Diisukan Mau Ganti Nama, Apa Arti Tatar Sunda?

Provinsi Jawa Barat Diisukan Mau Ganti Nama, Apa Arti Tatar Sunda?

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 07:20 WIB

Dedi Mulyadi Panen Kritik, Gelar Kirab Bak Raja di Tengah Ekonomi Tercekik

Dedi Mulyadi Panen Kritik, Gelar Kirab Bak Raja di Tengah Ekonomi Tercekik

Entertainment | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:31 WIB

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tak Perlu Transit, Wings Air Buka Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Mulai 7 Agustus

Tak Perlu Transit, Wings Air Buka Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Mulai 7 Agustus

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:28 WIB

Mitsubishi Xforce Hybrid Diproduksi di Indonesia

Mitsubishi Xforce Hybrid Diproduksi di Indonesia

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:23 WIB

Ulah Jukir Liar Bikin 21 Motor di Trotoar Satrio Kuningan Kena Razia

Ulah Jukir Liar Bikin 21 Motor di Trotoar Satrio Kuningan Kena Razia

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:19 WIB

Wajah Baru Malioboro, Becak Kayuh Kini Jadi Bekalista yang Canggih dan Ramah Lingkungan

Wajah Baru Malioboro, Becak Kayuh Kini Jadi Bekalista yang Canggih dan Ramah Lingkungan

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:16 WIB

BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%

BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:12 WIB

×