- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menepis kritik terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 1 Juni 2026.
- Pemerintah mengeklaim kunjungan tersebut menghasilkan capaian nyata seperti masuknya Indonesia ke BRICS, investasi besar, serta kemitraan pertahanan global.
- Hasil diplomasi lainnya mencakup tarif nol persen di Uni Eropa, dukungan konkret untuk Palestina, serta pembebasan sembilan WNI di Israel.
Suara.com - Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menepis anggapan lawatan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan misi diplomatik, hanya untuk seremonial dan gagah-gagahan.
Bantahan itu disampaikan Teddy merespons masukan dan kritik dari Dino Patti Djalal mengenai frekuensi kunjungan ke luar negeri Prabowo sebagai kepala negara yang dinilai terlalu sering.
"Jadi salah besar, kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," kata Teddy dalam keterangan video yang diunggah di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).
Teddy memaparkan sejumlah capaian yang dihasilkan lewat kunjungan Prabowo ke luar negeri dalam 1,5 tahun, semenjak menjabat sebagai Presiden RI.
"Yang pertama, Indonesia masuk BRICS. Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman," kata Teddy
Capaian berikutnya adalah penerapan tarif nol di Uni Eropa. Teddy mengatakan capaian itu terwujud di era pemerintahan Prabowo, kendati perjanjian telah diurus selama belasan tahun.
"Kemudian yang kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu," kata Teddy.
Ketiga, disampaikan Teddy, total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun sekitar Rp 2.430 triliun. Teddy menegaskan angka total investasi yang masuk bersumber dari Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM).
"Kemudian contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp 575 triliun," kata Teddy.
Keempat, Teddy menjelaskan mengenai alat pertahanan yang kuat kini dimiliki Indonesia. Ia berujar alat pertahanan tersebut berasal dari banyak negara.
"Prancis, Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Eropa, banyak negara," ujar Teddy.
Kelima, Teddy mengatakan bahwa program ibadah haji tahun 2025 lalu dan khususnya tahun 2026 lancar. Teddy berujar nyaris tidak ada kendala-kendala yang signifikan.
"Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya perkampungan haji di Arab Saud dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji," kata Teddy.
Keenam, Teddy menegaskan peran aktif Prabowo untuk Palestina. Ia mengatakan Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina.
"Apa buktinya? Satu, kita ada drop-off logistik dari udara, sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa, kenapa? Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat," kwta Teddy.

Selain mengirimkan bantuan logistik, Teddy menyebutkan upaya bantuan dalam bentukain yang telah dilakukan Indonesia untuk Palestina.
"Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina. Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di universitas di Indonesia, sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini, dan lain sebagainya," kata Teddy.
Teddy kemudian mengingatkan mengenai 9 warga negara Indonesia (WNI), relawan Global Sumud Flotilla yang sempar ditangkap militer Israel, berhasil bebas.
Menurutnya hal tersebut tidak terlepas dari diplomasi yang dilakukan Menteri Luar Negeri Sugiono.
"Kemudian yang ketujuh, baru minggu lalu ada WNI yang diamankan pihak Israel di laut bebas, dan lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu selang beberapa hari kembalikan ke Indonesia. Jadi ini lewat diplomasi yang baik diberitakan maupun yang tertutup," kata Teddy.
Teddy menjelaskan diplomasi yang telah dilakukan Prabowo melalui berbagai cara. Adapaun hasilnya, ditegaskan Teddy, tidak semuanya dipublikasikan.
"Dan ingat, yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata 1,5 tahun terakhir. Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan, maupun tidak dipublikasikan, karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya. Itu yang kita utamakan," kata Teddy.
Terakhir, Teddy menjawab masukan agar Prabowo memanfaatkan forum internasional untuk sekaligus bertemu dengan sejumlah pemimpin negara yang turut hadir.
Teddy mentatakan pertemuan dengan kepala negara lain di suatu event, ditentukan langsung Prabowo dan juga saran dari Menteri Luar Negeri Sugiono.
"Dan beliau-beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan, mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup mengenakan telepon, mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan," ujar Teddy.
"Dan saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan, ya," kata Teddy.
Mengakhiri pernyataannya, Teddy menegaskan bahwa pemerintah menerima segala masukan. Tetapi demikian, Teddy mengingatkan agar tidak ada pengaburan fakta.
"Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," kata Teddy.