Trump Umumkan Perdamaian, Netanyahu Justru Ancam Serang Lebanon Lebih Kejam

M Nurhadi

Selasa, 02 Juni 2026 | 07:24 WIB
Trump Umumkan Perdamaian, Netanyahu Justru Ancam Serang Lebanon Lebih Kejam
Dua pemimpin yang jadi pelopor serangan brutal kepada Iran, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu tengah dihadapkan masalah pelik di dalam negeri. [White House]
baca 10 detik
  • Donald Trump mengklaim Israel dan Hizbullah sepakat menghentikan pertempuran setelah dialog intensif pada Senin, 1 Juni 2026.
  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membantah adanya gencatan senjata dan tetap mengancam akan menyerang target di Beirut.
  • Hizbullah belum memberikan pernyataan resmi, sementara eskalasi militer di lapangan terus menyebabkan korban jiwa dan pengungsian penduduk.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pemerintah Israel dan kelompok militan Hizbullah telah sepakat untuk meredakan intensitas pertempuran di wilayah perbatasan.

Klaim ini disampaikan Trump pada Senin (1/6/2026) waktu setempat, pasca-dialog langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta komunikasi intensif dengan pihak Libanon melalui jalur mediator.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Trump mengumumkan perkembangan positif ini setelah pasukan Israel melakukan penetrasi militer terdalam ke wilayah Libanon dalam seperempat abad terakhir. Trump menegaskan bahwa tidak akan ada pergerakan tentara Israel menuju Beirut.

"Hizbullah telah sepakat bahwa semua aksi penembakan akan dihentikan—bahwa Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel," tulis Trump dalam pernyataannya.

Respons Kontras Netanyahu: Bukan Gencatan Senjata, tapi Peringatan

Kendati Trump menyuarakan optimisme, PM Benjamin Netanyahu memberikan konfirmasi dengan nada yang jauh lebih agresif. Pemimpin Israel tersebut memposisikan hasil pembicaraan bukan sebagai bentuk menahan diri, melainkan sebuah peringatan keras bagi Libanon.

Netanyahu menegaskan kepada Trump bahwa militer Israel (IDF) tidak akan segan menghantam target-target di ibu kota Beirut.

Di sisi lain, belum ada pernyataan resmi yang dirilis oleh manajemen Hizbullah terkait klaim sepihak dari Gedung Putih tersebut.

Hubungan kedua belah pihak sebenarnya berada di bawah kesepakatan gencatan senjata sejak pertengahan April 2026. Namun, baku tembak kembali pecah setelah aksi militer Israel di Libanon.

baca juga

Berdasarkan dokumen Kedutaan Besar Libanon untuk AS, otoritas Beirut sebenarnya telah mengamankan persetujuan Hizbullah terkait proposal damai yang diajukan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

Proposal tersebut mengatur agar Israel tidak menyasar pinggiran selatan Beirut, sementara Hizbullah menghentikan rentetan roket ke Israel Utara.

Sesaat sebelum klaim damai Trump mencuat, situasi di lapangan justru membara. Gabungan perintah dari Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengarahkan militer Israel untuk menyerang Beirut.

"Kami sangat khawatir. Saya sebenarnya sudah terbiasa dengan kondisi ini, namun saya memilih mengungsi demi keselamatan kedua orang tua saya," ungkap Mohammed Farhat (23), seorang mahasiswa universitas yang terpaksa melarikan diri menggunakan sepeda motor, dikutip dari AP News.

Di wilayah Libanon Selatan, serangan udara Israel semalam dilaporkan menewaskan enam orang, termasuk seorang warga negara Suriah di dekat Nabatiyeh. Sementara di Kota Tyre, serangan udara merusak parah fasilitas Rumah Sakit Jabal Amel.

Rangkaian kontak senjata terkini terjadi tepat sebelum utusan Israel dan Libanon dijadwalkan menggelar negosiasi langsung di Washington pada Selasa dan Rabu ini. Hizbullah sendiri secara konsisten menolak dialog bilateral langsung dan lebih memilih bersandar pada tekanan politik Iran terhadap AS.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan posisi Teheran bahwa setiap klausul kesepakatan damai harus mengikat secara menyeluruh.

"Setiap kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran adalah gencatan senjata di semua lini, termasuk Libanon. Pelanggaran di satu front adalah pelanggaran di semua front," tegas Araghchi melalui platform X.

Hingga pertengahan 2026 ini, eskalasi militer antara Israel dan Hizbullah telah menelan korban jiwa hingga 3,433 orang di Libanon serta memaksa lebih dari 1 juta penduduk kehilangan tempat tinggal.

Di sisi lain, taktik perang baru Hizbullah yang memanfaatkan drone serat optik (fiber-optic drones) yang sulit terdeteksi juga menjadi ancaman mematikan bagi militer Israel, di mana sedikitnya 26 tentara IDF dilaporkan tewas di Libanon Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon

Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:24 WIB

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:49 WIB

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:19 WIB

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:13 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Terkini

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:23 WIB

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:13 WIB

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

×