- Pakar komunikasi Nur Sofyan mengkritik gaya komunikasi pemerintah dalam merespons kritik Dino Patti Djalal mengenai kunjungan luar negeri Presiden.
- Pemerintah disarankan memperbaiki pilihan diksi dan gaya komunikasi agar penjelasan kebijakan tidak menimbulkan multitafsir serta polemik berkepanjangan bagi masyarakat.
- Pemerintah diharapkan mengedepankan pendekatan dialogis atau tabayun untuk menciptakan komunikasi publik yang menenangkan di tengah situasi ekonomi global penuh tekanan.
Meski demikian, Nur menegaskan respons pemerintah tidak bisa serta-merta disebut sebagai upaya pengalihan isu.
Namun, cara penyampaiannya dinilai masih membuka ruang bagi publik untuk menafsirkan pesan secara berbeda-beda, terutama jika jawaban yang diberikan dianggap tidak langsung menyentuh inti kritik yang disampaikan.
Bagi Nur, keberhasilan komunikasi pemerintah tidak hanya diukur dari tersampaikannya pesan, melainkan dari bagaimana pesan tersebut diterima oleh masyarakat.
"Gaya komunikasi yang efektif adalah gaya yang meaningful, gaya yang mampu memberikan suatu jawaban yang kemudian tidak bisa dimultitafsirkan lagi. Jawaban itu pasti, kemudian meneduhkan, sehingga tidak terjadi gejolak ataupun reaksi yang justru kontradiktif," pungkasnya.