Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Selasa, 02 Juni 2026 | 16:43 WIB
Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
Kolase foto Seskab Teddy dan politisi PDIP Guntur Romli. (Dok. Suara.com)
baca 10 detik
  • Politikus Guntur Romli mengkritik klaim Seskab Teddy terkait keberhasilan diplomasi luar negeri Presiden Prabowo dalam mendatangkan investasi.
  • Guntur menyatakan mayoritas investasi berasal dari modal dalam negeri, bukan hasil diplomasi internasional seperti yang diklaim pemerintah.
  • Guntur menilai angka Rp575 triliun dari Jepang dan Korea Selatan hanyalah komitmen investasi yang belum terealisasi secara nyata.

Suara.com - Politikus PDI Perjuangan Guntur Romli menilai Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya memutarbalikam fakta, dalam penjelasannya mengenai total investasi berkat buah diplomasi Presiden Prabowo Subianto di luar negeri.

Sorotan tajam ini muncul setelah Seskab Teddy memberikan penjelasan publik mengenai capaian ekonomi di era pemerintahan saat ini yang diklaim sebagai hasil kerja keras diplomasi internasional sang presiden.

Sosortan terhadap pernyataan Seskab Teddy disampaikan Guntur Romli melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadi, @gunromli.

Suara.com telah mengonfirmasi untuk mengutip pernyataan Guntur yang kini ramai jadi sorotan.

"Lagi rame video Pak Seskab Teddy menjawab video Pak Dino Patti Djalal. Tapi ada poin dalam video Seskab Teddy yang dengan jelas memutarbalikkan fakta," ujar Guntur dalam videonya, dikutip Selasa (2/6/2026).

Pernyataan ini merujuk pada video klarifikasi yang dibuat oleh Teddy untuk menanggapi kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait efektivitas kunjungan luar negeri presiden.

Guntur tidak mempersoalkan besaran nilai investasi yang disebut Teddy dalam paparannya.

Namun, yang menjadi persoalan fundamental bagi politikus PDIP tersebut adalah klaim Teddy yang menyebut total investasi tersebut merupakan hasil langsung dari diplomasi luar negeri yang dilakukan oleh Prabowo Subianto.

"Dia menyebut total investasi selama 1,5 tahun pemerintahan Prabowo sebesar 2.430 triliun. Sampai di sini Teddy benar. Tapi kemudian Teddy membanggakan investasi itu sebagai buah diplomasi luar negeri Presiden Prabowo. Nah, ini yang menyesatkan," kata Guntur.

baca juga

Menurutnya, ada kerancuan data yang sengaja ditampilkan untuk membangun narasi kesuksesan diplomasi yang tidak
sesuai dengan realitas di lapangan.

Guntur menjelaskan mayoritas dari total invedtasi yang disebutkan Teddy justru berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 52,6% atau 1.279,1 triliun.

Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) hanya 1.150,9 triliun atau 47,4% persen. Angka ini menunjukkan bahwa motor utama investasi nasional sebenarnya adalah pengusaha lokal, bukan investor asing yang terjaring melalui kunjungan kenegaraan.

"Bahkan sepanjang 2025, PMA hampir stagnan. Artinya, mayoritas uang yang benar-benar masuk adalah investor dalam negeri, bukan hasil kunjungan luar negeri Presiden Prabowo," kata Guntur.

Ia menekankan bahwa mengklaim hasil investasi dalam negeri sebagai prestasi diplomasi luar negeri adalah sebuah
kekeliruan logika data yang fatal dalam administrasi negara.

Mengenai investasi, Guntur mengatakan sebelumnya ia pernah membuat video perihal "Presiden Prabowo Gagal Menarik Investasi Asing dibanding dengan Masifnya Perjalanan ke Luar Negeri".

Ia menilai ada ketimpangan besar antara biaya politik dan operasional perjalanan luar negeri dengan realisasi modal asing yang masuk ke Indonesia.

"Bila dilihat dari hasil investasi asing yang masuk, judulnya 'Presiden Prabowo Gagal Membawa Masuk Investasi Asing Meski Sering ke Luar Negeri' tanggal 9 April," kata Guntur.

Ia merujuk pada data-data ekonomi makro yang menunjukkan bahwa minat investor asing tidak serta merta meningkat hanya karena pertemuan-pertemuan seremonial di tingkat kepala negara.

Guntur mengatakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga mengakui realisasi penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2025 hanya tumbuh tipis 0,1% alias stagnan, dan sangat anjlok bila
dibanding pertumbuhan PMA tahun 2024 yang mencapai 21%.

Penurunan pertumbuhan yang drastis ini dianggap sebagai rapor merah bagi tim ekonomi dan diplomasi pemerintahan saat ini.

Guntur kemudian menyorot pernyataan Teddy soal kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan yang diklaim membawa hasil instan.

Teddy disebut menyederhanakan proses investasi yang sebenarnya masih sangat awal dan belum bisa dikategorikan
sebagai uang masuk ke kas negara atau pembangunan riil.

"Teddy juga tidak menyebut masih komitmen investasi, melainkan langsung mengklaim kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan kembali langsung ada investasi di 575 triliun. Klaim itu juga palsu dan menyesatkan," kata Guntur.

Ia mengingatkan bahwa dalam dunia investasi, ada perbedaan sangat jauh antara minat, komitmen, dan realisasi.

Guntur menjelaskan bahwa angka Rp575 triliun baru sebatas komitmen bisnis di atas kertas, MoU alias elum masuk sebagai realisasi investasi di BKPM.

Tanpa adanya realisasi, angka tersebut hanyalah angka di atas kertas yang belum memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas, seperti pembukaan lapangan kerja atau peningkatan pendapatan negara.

"Tidak ada satu rupiah pun dari angka itu yang tercatat sebagai langsung masuk dalam data resmi," kata Guntur.

Ia menyayangkan sikap Sekretaris Kabinet yang dianggap tidak transparan dalam membedakan antara janji investasi dengan modal yang sudah benar-benar tertanam di Indonesia.

Guntur mengatakan apa yang disampaikan Teddy bukan sekadar overclaim atau klaim berlebihan yang biasa terjadi di panggung politik.

Menurutnya pernyataan Teddy merupakan penyesatan publik yang disengaja untuk menutupi kegagalan pencapaian target investasi asing.

"Teddy sengaja mengaburkan antara komitmen dan realisasi, serta menyematkan prestasi PMDN (investasi dalam negeri) sebagai hasil diplomasi luar negeri demi narasi politik yang gemerlap. Publik berhak mendapatkan fakta yang jujur, bukan kalimat bombastis yang menyesatkan," tambah Guntur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo

Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:32 WIB

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:38 WIB

Adu LHKPN Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dino Patti Djalal, Siapa yang Lebih Kaya?

Adu LHKPN Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dino Patti Djalal, Siapa yang Lebih Kaya?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:37 WIB

Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme

Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:34 WIB

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:28 WIB

PDIP Sebut Persahabatan Prabowo dan Megawati Kokoh, Bukan Sekadar Pertemanan 'Nasi Goreng'

PDIP Sebut Persahabatan Prabowo dan Megawati Kokoh, Bukan Sekadar Pertemanan 'Nasi Goreng'

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:15 WIB

Prabowo Lahap Nikmati MBG Bareng Siswa SMP, Tanya Cita-cita hingga Nyanyi Bersama

Prabowo Lahap Nikmati MBG Bareng Siswa SMP, Tanya Cita-cita hingga Nyanyi Bersama

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:52 WIB

Terkini

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:20 WIB

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 16:19 WIB

Motul Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Lewat Pembukaan Bengkel B-Quik

Motul Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Lewat Pembukaan Bengkel B-Quik

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 16:19 WIB

Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan

Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:18 WIB

Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit

Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:18 WIB

Perhutanan Sosial Dinilai Minim Evaluasi, Aktivis Soroti Pemberian Izin

Perhutanan Sosial Dinilai Minim Evaluasi, Aktivis Soroti Pemberian Izin

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:17 WIB

Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri

Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:16 WIB

Layani Rute 9H hingga Mikrotrans, Halte Transjakarta Universitas Pancasila Kembali Beroperasi

Layani Rute 9H hingga Mikrotrans, Halte Transjakarta Universitas Pancasila Kembali Beroperasi

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:16 WIB

×