- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah kritik Dino Patti Djalal mengenai beban APBN dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo.
- Teddy menegaskan kelebihan biaya perjalanan dinas Presiden ditanggung secara pribadi dan menyindir singkatnya masa jabatan Dino sebagai Wamenlu.
- Laporan LHKPN mencatat kekayaan Teddy mencapai Rp20,1 miliar pada 2026, sementara data terakhir Dino tercatat senilai Rp10,65 miliar.
Suara.com - Panggung politik dan diplomasi tanah air tengah dihangatkan oleh adu argumen terbuka antara mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) sekaligus diplomat senior, Dino Patti Djalal, dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Ketegangan ini mencuat ke publik setelah akun media sosial resmi Sekretariat Kabinet merilis video tanggapan untuk meluruskan kritik yang dilontarkan oleh Dino mengenai tingginya frekuensi kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Dalam klarifikasi resmi tersebut, Teddy Indra Wijaya mematahkan kekhawatiran terkait potensi pembengkakan anggaran negara.
Ia menegaskan bahwa seluruh kelebihan ongkos dari perjalanan dinas kepala negara di luar plafon resmi sama sekali tidak membebani APBN.
"Masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ujar Teddy dalam pernyataan resminya.
Tidak berhenti di situ, Seskab Teddy juga melemparkan sindiran halus yang menyinggung rekam jejak karier birokrasi Dino Patti Djalal di Kementerian Luar Negeri.
Teddy memuji kecermatan kritik Dino, namun menyelipkan kalimat sarkasme terkait singkatnya masa jabatan sang diplomat senior sebagai Wamenlu di masa lalu.
"Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," tutur Teddy.
LHKPN Seskab Teddy Indra Wijaya
Di tengah ramainya perbincangan mengenai substansi kritik tersebut, perhatian publik turut bergeser pada aspek transparansi finansial kedua tokoh.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertanggal 30 Maret 2026 untuk periode pelaporan 2025, Teddy Indra Wijaya tercatat mengantongi total kekayaan bersih mencapai Rp20.116.632.669 (sekitar Rp20,1 miar).
Angka ini menunjukkan adanya lonjakan kekayaan cukup signifikan sebesar Rp4,7 miliar, jika dibandingkan dengan LHKPN periode 2024 yang berada di level Rp15.380.000.000.
Pilar utama pundi-pundi kekayaan Teddy didominasi oleh aset properti berupa lima bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Sragen, Minahasa, dan Bekasi dengan taksiran nilai total Rp9.045.000.000.
Selain properti, isi garasi dan aset bergerak Seskab ini meliputi:
- Alat Transportasi & Mesin (Total Rp1.210.000.000): Terdiri dari Toyota Jeep L.C. HDTP tahun 2014 (Rp765 juta), Toyota
- Fortuner tahun 2015 (Rp310 juta), dan Honda CR-V tahun 2010 (Rp135 juta).
- Harta Bergerak Lainnya: Senilai Rp7.712.100.000.
- Kas dan Setara Kas: Mengendap sebesar Rp2.149.532.669.
- Teddy juga tercatat bersih dari segala bentuk utang finansial, sehingga nilai seluruh asetnya utuh tanpa potongan.
Kekayaan Dino Patti Djalal