- Enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak pada Minggu, 31 Mei.
- Ledakan bom terjadi di kawasan Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, yang mengakibatkan 19 orang menderita luka-luka serius.
- Tim SAR gabungan masih mencari tiga orang hilang di sekitar lokasi kejadian yang sedang disterilisasi penjinak bom.
Suara.com - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito mengatakan korban meninggal dunia akibat ledakan bom yang diduga peninggalan perang dunia II di Biak pada Minggu (31/5), bertambah menjadi enam orang.
Bertambahnya jumlah korban ledakan bom itu setelah seorang korban bernama Mina Puadi (51) dilaporkan meninggal dunia pada Selasa dini hari.
Awalnya korban yang mengalami luka ringan mengeluh tentang kondisinya. Setelah diperiksa secara intensif oleh dokter di RSUD Biak, korban kemudian menjalani rawat inap, namun pada Selasa dini hari dilaporkan meninggal dunia.
"Dengan meninggalnya Mina maka saat ini tercatat enam orang yang menjadi korban ledakan bom peninggalan perang dunia II di Biak, Minggu (31/5)," kata Cahyo Sukarnito di Jayapura, Selasa (2/6/2026).
Sedangkan lima korban meninggal yang tercatat sebelumnya, yaitu Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba(25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).
Ia mengatakan dari laporan yang diterima, awalnya tercatat 19 orang yang mengalami luka-luka dalam peristiwa itu, termasuk almarhum Mina Puadi.
Bom yang meledak di kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5), juga mengakibatkan tiga orang dilaporkan hilang.
Tiga orang yang dilaporkan hilang, yakni Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27).
Pencarian terhadap tiga orang itu masih terus dilakukan tim SAR gabungan, namun pencarian dilakukan di pinggir pantai atau lini luar dari tempat kejadian perkara (TKP).
TKP belum dapat diganggu karena tim penjinak bom Polda Papua masih melakukan sterilisasi guna mengamankan kawasan itu dari bahan peledak.
"Setelah dinyatakan aman, tim labfor Polda Papua akan melakukan olah TKP," kata Cahyo sebagaimana dilansir Antara.