- Istana sedang melakukan audit internal terkait dugaan jual beli titik lokasi dapur program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.
- Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrachman akan melakukan inspeksi mendadak untuk menindaklanjuti potensi penyelewengan program Makan Bergizi Gratis tersebut.
- KPK turut memberikan rekomendasi pencegahan korupsi dan pengawasan sistem tata kelola kepada Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan kinerjanya.
Dudung menilai terdapat banyak celah atau potensi korupsi dalam pelaksanaan program MBG. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah antisipasi dan pencegahan.
"Banyak celahnya, banyak celahnya," ujar Dudung.
Salah satu celah korupsi, dikatakan Dudung, adalah dugaan jual beli titik dapur MBG atau SPPG.
"Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik," kata Dudung.
Bukan hanya soal jual beli titik SPPG, potensi korupsi atau penyelewengan terkait menu Makan Bergizi Gratis juga akan ditelusuri.
"Nanti itu juga akan ada yang kita temukan. Jadi kalau misalnya ditemukan makanannya pun yang kemudian ya inilah yang akhirnya ada keracunan, yang kemudian kualitas dan sebagainya, nanti akan saya cek langsung di lapangan," kata Dudung.
Sementara itu, Agus menekankan bahwa KPK akan ikut melakukan pengawasan dan pencegahan.
"Ya kita dalam posisi ini pencegahan ya. Banyak hal-hal yang bisa dipertajam dari governance-nya kita coba tinjau, kita coba awasi, dan kemudian sistem-sistem yang selama ini kurang berjalan kita sudah berikan masukan. Rekomendasi sudah diberikan kepada Kepala BGN. Tadi, dan kita menunggu tindak lanjutnya," kata Agus.