Duka Warga Kebon Kosong: Rumah Hangus, Kini Terancam Digusur dari Lahan Setneg

Muhammad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 03 Juni 2026 | 10:33 WIB
Duka Warga Kebon Kosong: Rumah Hangus, Kini Terancam Digusur dari Lahan Setneg
Seorang warga di antara puing-puing sisa kebakaran Kemayoran, Jakarta Pusat. [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Kebakaran melanda permukiman padat Kemayoran pada Senin (1/6/2026), menyebabkan 250 rumah hangus dan 620 warga mengungsi.
  • Anggota DPRD DKI Riano P. Ahmad mendesak pemerintah segera memenuhi kebutuhan dasar serta memfasilitasi dialog warga dengan Setneg.
  • Dinas Gulkarmat diminta memperkuat langkah pencegahan, mitigasi, dan sosialisasi kebakaran untuk mengatasi tingginya frekuensi kejadian di wilayah tersebut.

Suara.com - Kebakaran besar yang meluluhlantakkan ratusan rumah di Kemayoran, Jakarta Pusat, tak hanya menyisakan puing dan pengungsian.

Di balik tragedi yang membuat ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal itu, muncul kembali persoalan lama terkait nasib warga yang selama ini menghuni lahan milik Sekretariat Negara (Setneg).

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Riano P. Ahmad, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta turun tangan memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut, sekaligus memastikan para korban mendapat perlindungan dan tempat tinggal sementara yang layak.

"Iya, tentunya kami memfasilitasi ya, pemerintah daerah dalam hal ini," ujar Riano, Selasa (2/6/2026).

Menurut Riano, fokus utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi, terutama kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak yang terdampak langsung akibat kebakaran.

"Di mana para ibu, anak-anak yang terkena dampak ini tertolong dulu. Secara psikologisnya pasti kan terganggu," katanya.

Setelah penanganan darurat dilakukan, Riano menilai perlu ada pembicaraan serius mengenai masa depan warga yang sebelumnya tinggal di lahan Setneg.

Ia mendorong pemerintah daerah memfasilitasi dialog antara warga dan pihak Setneg untuk mencari solusi terbaik.

Opsi yang bisa dibahas, kata dia, mulai dari relokasi ke rumah susun hingga kemungkinan pembangunan kembali permukiman dengan skema yang disepakati bersama.

baca juga

"Nah, upaya ke depannya, ya nanti karena itu juga ada beberapa wilayah Setneg yang terdampak, ya nanti kita mencoba untuk membantu memfasilitasi. Seperti apa, karena nanti kan biar antara masyarakat dan pihak Setneg juga bisa duduk bareng," ujarnya.

Petugas memeriksa TKP kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Selasa (2/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas memeriksa TKP kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Selasa (2/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di sisi lain, Riano menyoroti fakta bahwa kebakaran di kawasan Kemayoran terus berulang tanpa adanya perbaikan signifikan dari sisi pencegahan.

Menurutnya, kejadian yang berulang menunjukkan masih lemahnya sosialisasi, mitigasi, serta pemetaan wilayah rawan kebakaran oleh pemerintah.

"Kenapa kejadian ini berulang kembali? Berarti kan terjadi kelemahan terhadap upaya-upaya sosialisasi, mitigasi, maupun memetakan daerah rawan kebakaran," katanya.

Karena itu, ia mendesak Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta agar tidak hanya fokus pada penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi, simulasi, dan pengawasan berkala di kawasan padat penduduk.

"Kalau hanya berhenti ketika kejadian baru kita bertindak, nah ini saya lihat belum fokus dan belum sungguh-sungguh untuk melakukan pencegahan maupun penanggulangan kebakaran," tandasnya.

Diketahui, kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol RW 04 dan RW 05, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam (1/6/2026).

Sedikitnya 250 rumah hangus terbakar. Sebanyak 330 kepala keluarga atau sekitar 620 jiwa kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako

Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:21 WIB

Cegah Konflik, Bantuan Sandang Korban Kebakaran Kemayoran Belum Dibagikan

Cegah Konflik, Bantuan Sandang Korban Kebakaran Kemayoran Belum Dibagikan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:33 WIB

Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol

Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 18:09 WIB

Terkini

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

×