Energi Terbarukan Kian Murah, Mengapa Masih Sulit Berkembang di Indonesia?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:00 WIB
Energi Terbarukan Kian Murah, Mengapa Masih Sulit Berkembang di Indonesia?
Ilustrasi transisi energi dengan pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)

Suara.com - Indonesia menargetkan mencapai net zero emission pada 2060, namun jalan menuju target tersebut masih penuh  tantangan. Meski teknologi energi baru terbarukan (EBT) semakin murah dan berkembang pesat, implementasinya di Indonesia dinilai masih berjalan lambat.

Berdasarkan data Joint Research Centre (JRC) yang dihimpun GoodStats.id, Indonesia menempati peringkat keenam sebagai negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia pada 2024.

Di sisi lain, target bauran EBT nasional pada 2025 sebesar 15,75 persen masih berada di bawah target 17-19 persen yang tercantum dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN).

Berbagai hambatan tersebut menjadi sorotan dalam diskusi "Cheap and Clean Energy Now: Dari Persepsi ke Aksi, Dari Suara ke Kebijakan" yang digelar Generasi Energi Bersih bersama METI Indonesia dan Yayasan Indonesia Bebas Emisi.

Infrastruktur Listrik Belum Siap

Presiden Project Case IESR, Fadhil Ahmad Qamar, mengatakan tantangan utama pengembangan energi terbarukan saat ini bukan lagi berasal dari teknologi.

Menurutnya, biaya energi terbarukan terus menurun dalam dua dekade terakhir seiring perkembangan teknologi dan semakin matangnya rantai pasok. Namun, pemanfaatannya masih terkendala oleh keterbatasan infrastruktur kelistrikan.

"Salah satu problem kenapa energi terbarukan lambat berkembang karena ada bottleneck di pengembangan jaringan sistem transmisi dan distribusi," ujarnya.

Ia menjelaskan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi listrik berjalan lambat karena terbatasnya sumber pendanaan. Akibatnya, banyak potensi energi terbarukan yang belum dapat terserap secara optimal ke dalam sistem kelistrikan nasional.

baca juga

Rendahnya Rasa Urgensi

Selain persoalan infrastruktur dan regulasi, rendahnya kesadaran publik juga dinilai menjadi hambatan besar.

Community Action Manager The Climate Reality Project Indonesia, Arifah Handayani, mengatakan masih banyak masyarakat yang belum melihat transisi energi sebagai kebutuhan mendesak.

"Tantangan terbesar mungkin satu adalah urgensi. Urgensi, kenapa sih kita harus melakukan transisi energi?" ujarnya.

Menurut Arifah, tanpa kesadaran mengenai dampak krisis iklim dan pentingnya perubahan pola konsumsi energi, transisi energi akan sulit berjalan secara luas.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih inklusif. Masyarakat perlu dilibatkan dalam perencanaan transisi energi agar solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.

Sementara itu, Sekretaris METI Energi Muda, Anggira Libratama, menilai tantangan terbesar yang ia rasakan adalah rendahnya kesadaran generasi muda terhadap isu energi bersih.

Menurutnya, banyak anak muda yang peduli pada isu lingkungan secara umum, tetapi belum memahami keterkaitan antara energi, emisi, dan krisis iklim.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menggemakan Syiar Transisi Energi dari Mimbar Rumah Ibadah

Menggemakan Syiar Transisi Energi dari Mimbar Rumah Ibadah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:30 WIB

Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia

Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00 WIB

Pertamina Gandeng ERIA Percepat Pengembangan Transisi Energi Berkelanjutan

Pertamina Gandeng ERIA Percepat Pengembangan Transisi Energi Berkelanjutan

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:25 WIB

Terkini

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

×