- PT Pertamina NRE mengedukasi mahasiswa ITB mengenai mekanisme perdagangan karbon pada 21 Mei 2026 untuk mendukung target nasional.
- Sistem perdagangan karbon memungkinkan pihak yang berhasil menekan emisi menjual kredit karbon guna mendorong dekarbonisasi secara ekonomi.
- Transisi energi menuju emisi nol bersih 2060 menciptakan peluang karier baru berbasis ekonomi hijau bagi generasi muda Indonesia.
Suara.com - PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE) mulai gencar memperkenalkan konsep carbon trading atau perdagangan karbon kepada generasi muda di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan transisi energi di Indonesia.
Melalui gelaran Pertamina Goes to Campus 2026 di Institut Teknologi Bandung pada 21 Mei 2026, Pertamina NRE mengedukasi mahasiswa mengenai mekanisme perdagangan karbon dan perannya dalam mendukung target pengurangan emisi nasional.
Dalam acara tersebut, Pertamina NRE menghadirkan booth interaktif yang memberikan edukasi mengenai carbon trading, proses pengurangan emisi melalui kredit karbon, hingga pengembangan proyek energi rendah karbon untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Carbon trading sendiri merupakan sistem yang mendorong pengurangan emisi karbon. Perusahaan atau pihak yang mampu menekan emisi lebih besar dapat menjual hasil pengurangan emisinya kepada pihak lain yang emisinya masih tinggi.

Mekanisme tersebut dinilai dapat mendorong lebih banyak pihak melakukan pengurangan emisi karena memiliki nilai ekonomi.
Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, mengatakan pengenalan perdagangan karbon penting dilakukan agar generasi muda memahami perannya dalam mendukung dekarbonisasi nasional.
"Pengenalan carbon trading menjadi penting agar generasi muda memahami bagaimana mekanisme perdagangan karbon dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi serta mendukung target dekarbonisasi di Indonesia," ujar Sri seperti dikutip, Minggu (24/2/2026).
Menurut dia, transisi energi saat ini juga membuka peluang besar bagi lahirnya green jobs atau pekerjaan berbasis ekonomi hijau yang semakin berkembang secara global.
Sri mengatakan tren energi bersih dan keberlanjutan bukan hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga peluang karier dan pengembangan kompetensi baru bagi anak muda Indonesia.
"Hal tersebut menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang karier dan pengembangan kompetensi baru bagi generasi muda," katanya.
Selain edukasi di kampus, Pertamina NRE sebelumnya juga aktif melakukan kampanye pengurangan emisi karbon melalui program carbon offset bersama aplikasi Livin' by Mandiri.
Melalui program tersebut, masyarakat diperkenalkan pada konsep carbon offset, yakni mekanisme kompensasi emisi karbon melalui pembelian kredit karbon untuk mendukung proyek-proyek penurunan emisi terverifikasi.