- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan hubungan diplomatiknya dengan Presiden Donald Trump tetap kuat meski sempat terjadi perbedaan pandangan.
- Presiden Trump sebelumnya sempat mengkritik aksi militer Israel di Lebanon yang dianggap mengganggu stabilitas dan upaya negosiasi.
- Netanyahu berupaya melucuti kelompok Hizbullah di Lebanon demi mencapai tujuan perdamaian meskipun gencatan senjata belum berhasil dicapai.
Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meredam isu keretakan hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, setelah muncul laporan bahwa presiden AS itu empat melontarkan kritik keras terhadapnya.
Dalam wawancara dengan CNBC pada Rabu (3/6/2026), Netanyahu menegaskan hubungan keduanya tetap kuat.
“Ini adalah hubungan yang hebat karena dia adalah sahabat terbaik yang pernah dimiliki Israel di Gedung Putih,” ujarnya.
Netanyahu juga menekankan bahwa perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam hubungan politik.
Menurutnya, ia dan Trump tetap memiliki tujuan bersama meski terkadang berbeda secara taktis.
“Kami memiliki tujuan yang sama. Seperti dalam keluarga terbaik, kadang ada perbedaan taktis,” kata Netanyahu.
![Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/63609-tamar-ben-gvir-dan-benjamin-netanyahu.jpg)
“Kami selalu menemukan cara untuk menyelesaikannya.”
Sebelumnya, Trump mengakui sempat melontarkan kata-kata kasar kepada Netanyahu dalam percakapan telepon terkait eskalasi serangan Israel di Lebanon.
Trump menyebut dirinya kesal dengan tindakan militer Israel yang terus berlanjut.
“Saya sedikit terganggu dengan dia yang terus bertempur dengan Lebanon,” kata Trump, seperti dikutip dari New York Post.
Serangan Israel ke Lebanon, termasuk ancaman pengeboman ibu kota Beirut, dinilai berpotensi menggagalkan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
Situasi ini juga memicu kekhawatiran eskalasi konflik regional.
Meski demikian, Trump tetap memuji Netanyahu.
“Saya sangat menyukai Bibi,” ujarnya, menggunakan nama panggilan Netanyahu.
Trump juga menyebut kerja sama keduanya berjalan baik.