Dinilai Ilegal Dunia Internasional, Israel Ngotot Bangun Permukiman Besar-besaran di Tepi Barat

Ronald Seger Prabowo

Kamis, 04 Juni 2026 | 08:32 WIB
Dinilai Ilegal Dunia Internasional, Israel Ngotot Bangun Permukiman Besar-besaran di Tepi Barat
Israel berencana mendorong pembangunan permukiman besar-besaran di Tepi Barat yang oleh banyak pihak dianggap ilegal. [Gulf Times]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengumumkan persetujuan pembangunan 2.162 rumah baru di tiga permukiman wilayah Tepi Barat kemarin.
  • Pembangunan permukiman tersebut dianggap ilegal secara hukum internasional dan menjadi hambatan serius bagi terwujudnya solusi dua negara.
  • Otoritas Palestina mengecam langkah provokatif Israel ini karena berpotensi memicu kekerasan baru serta mengancam kedaulatan negara Palestina mendatang.

Suara.com - Israel berencana mendorong pembangunan permukiman besar-besaran di Tepi Barat yang oleh banyak pihak dianggap ilegal.

Padahal, langkah itu terus mendapat kecaman dari dunia internasional karena dianggap ilegal.

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich mengumumkan perluasan besar-besaran lebih dari 2.000 rumah di tiga pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki sebagai bagian negara merdeka di masa depan.

Bezalel Smotrich, yang memegang wewenang atas sebagian administrasi sipil Israel di Tepi Barat, mengatakan komite perencanaan telah menyetujui pembangunan 2.162 rumah baru untuk Yahudi.

Termasuk 1.006 unit di pemukiman baru dekat Yerusalem, 922 unit di dekat kota Palestina Nablus, dan 234 unit di dekat Hebron.

Seorang pelajar Palestina berusia 14 tahun, Aws al-Naasan, tewas ditembak di kepala dekat gerbang sekolahnya di wilayah Mughayyir, Tepi Barat. [Istimewa]
Seorang pelajar Palestina berusia 14 tahun, Aws al-Naasan, tewas ditembak di kepala dekat gerbang sekolahnya di wilayah Mughayyir, Tepi Barat. [Istimewa]

"Kami terus membangun Tanah Israel secara praktis," kata Smotrich melansir Gulf Times, Kamis (4/6/2026).

Smotrich mengecam sanksi terhadap dirinya, dengan mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut tidak akan mengubah kebijakan Israel.

"Rumah-rumah baru itu akan memperkuat cengkeraman kita atas tanah tersebut, memperkuat keamanan Israel, dan menetapkan fakta-fakta yang jelas di lapangan yang mencegah terciptanya negara teror Arab di jantung negara," tegas Smotrich dalam sebuah pernyataan, tanpa menyebutkan kapan pembangunan akan dimulai.

Sejak menjadi menteri tiga tahun lalu, Smotrich telah berupaya memperketat kendali dan kehadiran Israel di Tepi Barat sambil menentang gagasan negara Palestina.

baca juga

Pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengawasi perluasan signifikan pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan pendirian pemukiman baru.

Warga Palestina menginginkan Tepi Barat sebagai bagian dari negara merdeka masa depan yang mencakup Yerusalem Timur dan Gaza. Sekitar setengah juta warga Israel tinggal di Tepi Barat di antara sekitar 3 juta warga Palestina.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump jauh kurang kritis terhadap perluasan pemukiman Israel yang pesat.

Namun, Trump mengatakan September lalu bahwa ia tidak akan mengizinkan Israel untuk mencaplok Tepi Barat, yang membuat marah beberapa anggota parlemen sayap kanan Israel.

Uni Emirat Arab, salah satu dari sedikit negara Arab yang memiliki hubungan resmi dengan Israel, juga secara terbuka memperingatkan pemerintah Israel agar tidak melakukan pencaplokan.

Mengutuk pengumuman kemarin, kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan bahwa kebijakan Israel yang "provokatif" mendorong kawasan itu menuju lebih banyak kekerasan dan menyerukan AS untuk menghentikan "kegilaan" Israel.

Pada 19 Mei, Smotrich mengatakan dia akan melancarkan "perang" terhadap Otoritas Palestina, yang menjalankan pemerintahan sipil terbatas di Tepi Barat, setelah dia mengatakan bahwa dia diberitahu bahwa jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah meminta surat perintah penangkapan rahasia terhadapnya. ICC belum mengkonfirmasi hal itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Netanyahu Abaikan Trump! Zionis Israel Bunuh 9 Warga Lebanon Termasuk Tenaga Medis

Netanyahu Abaikan Trump! Zionis Israel Bunuh 9 Warga Lebanon Termasuk Tenaga Medis

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:25 WIB

Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran

Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:01 WIB

Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat

Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 07:56 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×