- Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sedang dipertimbangkan masuk dalam Kabinet Merah Putih oleh pihak Istana Kepresidenan.
- Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan diskusi tersebut berfokus pada posisi yang relevan dengan bidang ketenagakerjaan dan buruh.
- Rencana penunjukan ini dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026, namun detail jabatan belum diumumkan.
Suara.com - Nama Said Iqbal masuk radar Istana. Presiden Partai Buruh dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu tengah digodok untuk masuk Kabinet Merah Putih.
Hal itu dikonfirmasi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
"Sedang kita diskusikan," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Pras belum membocorkan pembicaraan mengenai nama Said Iqbal untuk posisi apa di kabinet. Ia hanya memastikan Said akan diberi tanggung jawab sesuai bidang yang selama ini ia tekuni.
"Kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini, dengan buruh, tenaga kerja," kata Pras.
Pras tidak menjawab saat ditanya apakah Said Iqbal akan dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan atau mengisi posisi yang berkaitan dengan Dewan Buruh. Begitu pula mengenai tanggal pelantikannya.
"Nanti tunggu informasi," kata Pras.
"Bisa aja (Senin pekan depan)," ujarnya.
Profil Said Iqbal: Dari Aktivis Pabrik hingga Presiden Partai Buruh
![Presiden Partai Buruh Said Iqbal saat berpidato dalam Peringatan Hari Buruh di Istora Senayan pada Senin (1/5/2023). [Suara.com/Faqih]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/05/01/27913-presiden-partai-buruh-said-iqbal.jpg)
Nama Said Iqbal menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam gerakan buruh Indonesia. Selain menjabat sebagai Presiden Partai Buruh, ia juga memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan hak-hak pekerja selama lebih dari tiga dekade.
Lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968, Said Iqbal berasal dari keluarga berdarah Aceh. Ayahnya berasal dari Pidie, sementara ibunya berasal dari Meulaboh. Sejak masa sekolah, ia dikenal berprestasi. Ia lulus dari SMA Negeri 51 Jakarta pada 1987 dengan predikat juara umum.
Perjalanan akademiknya ditempuh melalui bidang teknik dan ekonomi. Ia menempuh pendidikan Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia, kemudian meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Jayabaya. Pendidikan formalnya berlanjut hingga jenjang Magister Ekonomi di Universitas Indonesia.
Karier Said Iqbal di dunia perburuhan dimulai pada 1992 saat menjadi ketua serikat pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Bekasi. Dari titik itu, kiprahnya terus berkembang hingga menjadi salah satu tokoh buruh paling dikenal di Indonesia.
Ia merupakan salah satu pendiri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal hingga Presiden Dewan Pimpinan Pusat organisasi tersebut. Namanya semakin dikenal setelah terpilih sebagai Presiden KSPI pada 2012. Hingga kini, ia masih memimpin konfederasi tersebut dalam periode ketiganya.
Tidak hanya aktif di tingkat nasional, Said Iqbal juga memiliki peran penting dalam organisasi buruh internasional. Ia pernah menjadi anggota Deputi Badan Pengurus International Labour Organization (ILO) Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2021–2024. Selain itu, ia juga terlibat dalam kepengurusan International Trade Union Confederation (ITUC) serta menjabat sebagai Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC).
Peran politik Said Iqbal semakin menguat setelah kebangkitan kembali Partai Buruh pada 5 Oktober 2021. Dalam Kongres IV yang digelar di Jakarta, ia terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Partai Buruh periode 2021–2026.
Kebangkitan partai tersebut tidak terlepas dari dinamika ketenagakerjaan nasional, khususnya setelah pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai banyak kalangan buruh merugikan pekerja. Di bawah kepemimpinannya, Partai Buruh mengusung visi mewujudkan negara kesejahteraan atau welfare state dengan menekankan kesetaraan kesempatan, distribusi kekayaan yang lebih adil, serta tanggung jawab negara terhadap kesejahteraan rakyat.
Partai Buruh sendiri didukung oleh berbagai organisasi pekerja dan kelompok masyarakat, termasuk KSPI, KSPSI, KPBI, organisasi petani, hingga nelayan.
Dalam perjalanan kariernya, Said Iqbal juga meraih pengakuan internasional. Pada 2013, ia memperoleh penghargaan The Febe Elisabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya memperjuangkan upah layak dan kesejahteraan pekerja.
Selain aktif berorganisasi, Said Iqbal juga produktif menulis buku yang mengangkat isu ketenagakerjaan dan perjuangan buruh. Beberapa karya yang pernah diterbitkannya antara lain Sepultura (Sebuah Cita-Cita Perjuangan), Pemerintah Gagal Menyejahterakan Buruh, serta Kerja Layak, Upah Layak, dan Hidup Layak Gagal Diwujudkan.
Selama ini, Said Iqbal dikenal sebagai pemimpin buruh yang vokal dan militan. Ia kerap memimpin aksi demonstrasi besar di depan Gedung DPR maupun Istana Negara. Namun dalam beberapa tahun terakhir, strategi perjuangannya berkembang dari aksi jalanan menuju jalur politik formal melalui Partai Buruh. Langkah tersebut ditempuh untuk memperjuangkan kepentingan pekerja secara langsung melalui proses legislasi dan kebijakan negara.