Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:06 WIB
Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman
Sebuah kaos yang terbakar secara misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Senin (1/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Tim peneliti UGM menyelidiki fenomena kebakaran misterius berulang di rumah warga Padukuhan Mriyan, Sleman, yang tergolong kasus sangat langka.
  • Indikasi awal menunjukkan gas hidrogen hasil fermentasi limbah pemotongan ayam selama 16 tahun diduga menjadi pemicu kemunculan api.
  • Peneliti sedang melakukan penanganan menggunakan cairan kapur sembari menunggu hasil analisis laboratorium untuk memastikan penyebab pasti fenomena tersebut.

Suara.com - Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut fenomena kebakaran misterius yang berulang di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, sebagai kasus langka.

Hingga kini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya api yang sudah terjadi puluhan kali tersebut.

Anggota Tim Peneliti dari Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan UGM, Sarju Winardi, mengatakan kasus yang terjadi di rumah milik Mutfiana atau Fia dan Agus ini belum ditemukan di lokasi lain.

Menurutnya, pola kemunculan api hingga dugaan gas yang terlibat menjadikan fenomena tersebut tergolong khusus.

"Kalau dibicara komparasi, justru komparasinya menunjukkan bahwa ini itu kasus khusus. Tidak dijumpai di tempat lain," kata Sarju, dikutip, Jumat (5/6/2026).

Hasil penelitian sementara, Sarju bilang ditemukan indikasi kuat keberadaan gas hidrogen di lokasi kebakaran. Gas hidrogen itu muncul atau terbentuk dimungkinkan dari limbah organik hasil pemotongan ayam.

Diketahui rumah tersebut memang digunakan untuk usaha pemotongan ayam sejak 16 tahun silam.

Namun, yang masih menjadi tanda tanya besar ialah mengapa fenomena tersebut hanya muncul di rumah itu.

Padahal model pengelolaan limbah pemotongan ayam serupa juga banyak ditemukan di tempat lain.

baca juga

"Kami belum mempunyai jawaban komprehensif terkait kenapa limbah pemotongan ayam di tempat ini yang menghasilkan katakanlah gas hidrogen, dibanding misalkan pemotongan ayam di tempat lain," ujarnya.

Menurut Sarju, secara ilmiah fenomena gas hidrogen memang pernah ditemukan di lokasi dengan material organik membusuk seperti timbunan sampah, bangkai hewan, hingga area pemakaman.

Namun, kasus yang berkaitan dengan limbah pemotongan ayam seperti di Seyegan, Sleman ini belum banyak ditemukan.

"Fenomena yang sama itu terjadi bukan di limbah ayam, tetapi secara saintifik itu dijumpai di daerah bekas ada suatu pembuangan sampah di mana di situ banyak material organisme," ungkapnya.

Tim peneliti menduga gas hidrogen terbentuk dari proses fermentasi limbah organik yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Limbah berupa darah, bulu ayam, hingga sisa organik lain disebut berpotensi memicu aktivitas bakteri anaerob yang menghasilkan gas mudah terbakar.

Tim peneliti Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Yogyakarta melakukan pemetaan bawah permukaan tanah di sekitar rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, Rabu (3/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
Tim peneliti Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Yogyakarta melakukan pemetaan bawah permukaan tanah di sekitar rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, Rabu (3/6/2026). (Suara.com/Hiskia)

Selain gas hidrogen, peneliti menduga terdapat keterlibatan gas fosfin (PH3) yang dalam kondisi tertentu dapat memicu pembakaran spontan.

"Kejadian bahwa gas hidrogen terpicu, terbakar oleh gas fosfin itu di dunia saintifik sudah ada. Kalau ini sudah 16 tahun (usaha pemotongan ayam) ya, itu waktu yang sangat memungkinkan untuk terbentuk itu (gas)," ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan dugaan sumber gas dari limbah organik masih bersifat asumsi ilmiah dan belum menjadi kesimpulan final.

Hal yang sudah dipastikan sejauh ini hanyalah keberadaan gas hidrogen berdasarkan pembacaan alat di lapangan.

Sarju menyebut tim peneliti kini masih terus berdiskusi untuk mengungkap penyebab utama fenomena tersebut.

Untuk sementara, tim UGM telah membuat empat titik penanganan di area yang diduga menjadi sumber keluarnya gas. Tujuannya untuk dilakukan tindakan di lapangan berupa penyiraman cairan basa atau air kapur di sekitar lokasi.

Langkah itu dilakukan sambil menunggu hasil penelitian lanjutan dan analisis laboratorium guna memastikan penyebab pasti teror api yang telah berlangsung hampir dua pekan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:48 WIB

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Babak Baru AMDAL, Transisi Jadi 'GPS' Kehidupan

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Babak Baru AMDAL, Transisi Jadi 'GPS' Kehidupan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:11 WIB

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:32 WIB

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:06 WIB

SPPG Diplesetkan 'Penjilat', Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto

SPPG Diplesetkan 'Penjilat', Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto

Video | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:17 WIB

Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi

Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:11 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×