Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:48 WIB
Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan
Executive Director PT Pertapindo, Dr. Priyo Hadi Susananto, ST, MM saat di acara Seminar Kagama HSE UGM (Suara.com/Gagah Radhitya)
baca 10 detik
  • Paradigma keselamatan di industri harus segera berubah dari tindakan reaktif menjadi langkah preventif. 
  • "Ilusi kesiapsiagaan" akibat praktik kerja terkotak-kotak menjadi penyebab utama berulangnya insiden bencana lingkungan. 
  • Mahasiswa dan praktisi muda diwajibkan memiliki sertifikasi kompetensi resmi untuk pengelolaan lingkungan profesional. 

Suara.com - Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi kembali ketahanan sektor industri Tanah Air. Merespons tantangan perubahan iklim dan risiko bencana yang makin kompleks, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Health, Safety, and Environment (HSE) mengambil langkah strategis dengan menggelar Seminar Nasional berskala besar di Auditorium Lantai 5, Sekolah Pascasarjana UGM, Kamis (4/6/2026).

Mengusung tajuk "Bridging Science, Policy, and Industry: Integrated Disaster Preparedness and Climate Resilience for Industrial Sectors", forum ini dipastikan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial atau ajang pertukaran wacana semata.

Acara ini menjelma menjadi ruang intelektual yang sangat strategis karena mempertemukan tiga pilar utama penentu arah kebijakan: pemerintah, akademisi, dan praktisi industri.

Dalam wadah perumusan langkah konkret inilah, wacana tentang keselamatan dan pelestarian alam dikupas secara tajam—salah satunya melalui pemaparan Executive Director PT Pertapindo, Dr. Priyo Hadi Susananto, ST, MM.

Dalam sesinya, Dr. Priyo Hadi menegaskan bahwa penanganan keselamatan dan lingkungan hidup di dunia industri tidak bisa lagi sekadar mengandalkan respons saat bencana sudah terjadi.

"Harus ada perubahan paradigma dari paradigma 'emergency response' atau respon setelah kejadian, menjadi paradigma baru 'emergency preparedness', pencegahan sebelum kejadian," ujar Dr. Priyo Hadi.

Ia menekankan, pergeseran dari taktik reaktif ini akan mengubah organisasi sehingga tidak hanya sekadar 'memadamkan api' saat krisis melanda, tetapi juga mampu membangun aspek keselamatan yang tangguh sebelum risiko itu benar-benar terjadi.

Mengikis 'Ilusi Kesiapsiagaan' dan Ego Sektoral

Dalam evaluasinya terhadap kondisi di lapangan, Dr. Priyo Hadi menyoroti sebuah fenomena kritis yang ia sebut sebagai "ilusi kesiapsiagaan".

baca juga

Hal ini sering kali menjadi jawaban mengapa bencana tambang atau lingkungan masih kerap berulang, padahal perusahaan sudah menggelontorkan investasi besar dan menggunakan teknologi mutakhir.

"Kenapa kok pola ini berulang? Kalau katakan teknologinya memadai, investasi juga oke, (jawabannya) ada ilusi kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan yang reaktif, bukan preventif," kritiknya.

Menurutnya, ketika manajemen risiko lemah dan budaya selamat diabaikan, peluang insiden yang berujung pada bencana lingkungan akan selalu terbuka lebar.

Masalah ini semakin diperparah dengan praktik operasional yang terkotak-kotak. Ia mencontohkan kondisi di mana tim lingkungan, tim Emergency Response (ERT), dan tim operasional kerap berjalan sendiri-sendiri tanpa sinergi mitigasi yang utuh.

"ERT lebih pada bagaimana regulasi ini dibuat sebanyak-banyaknya, operasional lebih ke bagaimana mengamankan produksi supaya lancar. Mestinya (risiko lingkungan) bisa diantisipasi jauh-jauh hari supaya eskalasinya tidak menjadi tinggi," tegasnya.

Keselamatan dan Lingkungan Sebagai 'Way of Life'

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:06 WIB

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:32 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Sengit di Yogyakarta, Pelatih Timnas Futsal Hector Souto Pantau Calon Bintang di Campus League

Sengit di Yogyakarta, Pelatih Timnas Futsal Hector Souto Pantau Calon Bintang di Campus League

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Batam | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:41 WIB

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:58 WIB

×