Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Babak Baru AMDAL, Transisi Jadi 'GPS' Kehidupan

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:11 WIB
Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Babak Baru AMDAL, Transisi Jadi 'GPS' Kehidupan
Nugroho Indra Windardi, S.T., Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
baca 10 detik
  • AMDAL berubah dari sekadar dokumen administratif menjadi sistem perizinan yang cepat dan transparan.
  • Fokus pengusaha bergeser dari menekan dampak menjadi upaya memberikan kehidupan regeneratif bagi ekosistem.
  • AMDAL kini menjadi "GPS" komitmen perusahaan yang lebih mengutamakan hierarki mitigasi dibanding kompensasi.

Suara.com - Menyambut Hari Lingkungan Hidup 2026, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Health, Safety, and Environment (HSE) resmi membuka sebuah Seminar Nasional berskala besar pada Kamis (4/6/2026), di Auditorium Lantai 5, Sekolah Pascasarjana UGM.

Mengusung tema "Bridging Science, Policy, and Industry: Integrated Disaster Preparedness and Climate Resilience for Industrial Sectors", acara ini menjadi ruang intelektual yang sangat strategis karena mempertemukan tiga pilar utama: pemerintah, akademisi, dan praktisi industri.

Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah pergeseran fundamental mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Hal ini dibedah tuntas melalui pemaparan Nugroho Indra Windardi, S.T., Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selamat Tinggal Tumpukan Kertas, Menyambut Era Transparansi

Selama bertahun-tahun, AMDAL kerap terjebak dalam stigma birokrasi yang berbelit dan sekadar menggugurkan kewajiban administratif. Stigma inilah yang kini didobrak oleh pemerintah.

"Kalau kami sebut AMDAL, itu pasti teman-teman berpikirnya itu pasti dokumen, dokumen tebal, administratif. Kami ingin merubah mindset atau paradigma dari AMDAL yang saat ini ada," tegas Nugroho Indra di hadapan para peserta seminar. Ia menekankan, "Ini adalah kajian ilmiah yang penting untuk pengambilan keputusan, kemudian sampai kepada bagaimana menjaga lingkungan."

Lebih lanjut, wajah pelayanan birokrasi perizinan lingkungan juga dirombak agar lebih lincah dan berorientasi pada pelibatan publik.

"AMDAL kan anggapnya lama ya, bisa dua tahun, tiga tahun. Sekarang dimintanya kan cepat... cepat tapi harus cermat, tetapi harus transparan. Transparan itu apa? Lebih banyak melibatkan masyarakat," paparnya.

Pemerintah menaruh harapan besar agar paradigma lama yang tebal, lambat, dan mahal segera beralih menjadi sistem yang singkat, cepat, dan transparan.

baca juga

Pendekatan Regeneratif: Merawat Ekosistem, Bukan Sekadar Mencegah Dampak

Visi baru yang diusung pemerintah kini tidak lagi sebatas membatasi kerusakan, melainkan beralih ke pendekatan regeneratif. Fokus utama bergeser pada upaya pemulihan dan mempertahankan kehidupan ekosistem di sekitar wilayah industri.

"Mindset pertama kepada pelaku usaha itu bukan mencegah dampaknya, tapi bagaimana berkontribusi memberikan 'regenerative life' kepada lingkungan. Jadi perbaiki lingkungan itu, kemudian perusahaan itu akan sustain atau tangguh kepada bencana. Karena alam itu akan menjaga kita, kalau kita jaga alam itu," ujar Nugroho Indra, memberikan penekanan pada inti pesan pemaparannya.

Cara kerja AMDAL pun berevolusi. Kajian kini lebih menitikberatkan pada perlindungan fungsi alam.

"Dulu kita itu melihat kegiatan AMDAL itu adalah... ada kegiatan, berdampak apa kepada lingkungan. Nah saat ini, kami dalam proses pengambilan keputusan justru melihatnya: apakah di lingkungan itu, di landscape itu, di eco-region itu, ada fungsi-fungsi ekologis yang harus kita jaga atau tidak? Jasa-jasa ekosistem apa yang harus kita perhatikan dan harus kita jaga?"

AMDAL Sebagai 'GPS' Komitmen Perusahaan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:06 WIB

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:32 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:39 WIB

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:28 WIB

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Psikolog Ungkap Cara Sederhana Membangun Kedekatan Orang Tua dan Anak

Psikolog Ungkap Cara Sederhana Membangun Kedekatan Orang Tua dan Anak

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:25 WIB

×