- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menaikkan tarif Transjabodetabek guna menekan beban subsidi yang membengkak pada tahun 2026.
- Gubernur Pramono Anung akan melakukan penyesuaian tarif dalam waktu dekat setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap biaya operasional layanan.
- Tarif rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta direncanakan naik menjadi Rp10.000 hingga Rp15.000 per penumpang demi efisiensi anggaran.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menaikkan tarif sejumlah rute layanan Transjabodetabek dalam waktu dekat untuk menekan beban subsidi transportasi yang terus membengkak.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembahasan penyesuaian tarif akan dilakukan dalam bulan-bulan ini.
“Perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar,” kata Pramono di Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengungkapkan bahwa total subsidi Transjabodetabek pada tahun 2026 mencapai angka yang sangat besar.
“Subsidi Transjabodetabek tahun 2026 Rp401.087.058.387. Subsidi rata-rata perpelanggan Rp12.258,” terang Budi.
Rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu yang dipastikan mengalami penyesuaian tarif, dari yang saat ini hanya Rp3.500 menjadi berkisar Rp10.000-Rp15.000 per penumpang.
“Setelah masa evaluasi, tarif akan disesuaikan,” kata Pramono saat meluncurkan Transjabodetabek Blok M-Bandara.
Besar kemungkinan, rute Blok M-Bandara akan mengalami kenaikan tarif yang paling besar karena menempuh rute yang paling panjang.
Armada yang sama juga harus menanggung biaya parkir yang cukup besar selama melayani penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.
Layanan Transjabodetabek rute Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta sendiri baru diluncurkan Pramono pada 12 Maret 2026, guna menunjang kebutuhan transportasi warga Jakarta yang selama ini terbebani dengan tingginya ongkos perjalanan ke sana.