Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?

Bella, Novian Ardiansyah

Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:51 WIB
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
Ilustrasi Immanuel Ebenezer alias Noel. [Suara.com/Iqbal]
baca 10 detik
  • Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer menerima vonis empat tahun enam bulan penjara atas kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Jakarta.
  • Setelah sidang pada 4 Juni 2026, Noel memperingatkan Presiden Prabowo terkait potensi gerakan massa untuk menggulingkan pemerintahannya.
  • Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai ancaman tersebut tidak beralasan karena dukungan solid TNI, Polri, rakyat, dan partai politik.

Suara.com - Immanuel Ebenezer alias Noel tidak berpikir panjang atas vonis hukuman pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan ini memilih menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim dalam kasus korupsi terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.

"Hukuman yang diberikan Majelis sesuai dengan kejahatan yang saya lakukan. Jadi dengan itu saya menerima Yang Mulia," kata Noel di hadapan majelis hakim.

Namun, hal lain yang menarik perhatian bukan hanya persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026), melainkan juga pernyataan Noel usai persidangan.

Di luar ruang sidang, Noel menyampaikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan adanya potensi gejolak politik besar yang mengancam stabilitas pemerintahan.

Menurut Noel, ada konsolidasi lintas elemen yang tengah bersiap memicu gerakan massa dalam waktu dekat. Ia menilai telah terjadi penggalangan kekuatan dari kelompok mahasiswa, buruh, hingga organisasi sipil yang kini telah mencapai tahap matang.

"Saya coba ingatkan Pak Prabowo, dalam bulan Juni-Juli ini ada akan ada peristiwa besar, ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo. Dan konsolidasi ini sudah selesai dan sudah matang. Konsolidasi sipil, konsolidasi mahasiswa, konsolidasi buruh, konsolidasi kelompok civil society dan semuanya. Tinggal satu, butuh satu pemicu," tutur Noel.

Noel mengatakan, jika Prabowo tidak peka terhadap potensi tersebut, peristiwa yang menyerupai Reformasi 1998 berisiko terjadi.

"Dan '98 jilid 2 akan terjadi tidak lama lagi," kata Noel.

Peringatan Serius atau Tak Beralasan?

Pengamat komunikasi politik, Jamiluddin Ritonga, membaca lebih jauh maksud Noel menyampaikan pernyataan tersebut usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

baca juga

Menurut Jamiluddin, pernyataan Noel mengenai potensi peristiwa besar pada Juni-Juli 2026 untuk menggulingkan Prabowo tidak beralasan.

Ada tiga pertimbangan utama mengapa kecil kemungkinan pernyataan Noel mengenai '98 jilid 2 bakal terwujud.

TNI-Polri Solid, Dukungan Rakyat Tinggi

Infografis pernyataan Noel soal '98 Jilid II'. [Suara.com/Iqbal]
Infografis pernyataan Noel soal '98 Jilid II'. [Suara.com/Iqbal]

Pertimbangan pertama mengapa peristiwa besar yang dimaksud Noel tidak beralasan adalah solid dan loyalnya TNI serta Polri terhadap pemerintahan Prabowo.

Dukungan dari dua institusi tersebut menjadi benteng kokoh untuk menjaga kondusivitas politik nasional.

Jamiluddin mengatakan sejarah membuktikan bahwa tidak ada kekuatan di Indonesia yang mampu menggoyang pemerintahan yang berkuasa bila tidak didukung TNI dan Polri.

"Karena itu, ekskalasi politik pada Juni dan Juli 2026 tetap akan landai. Kalau pun ada hanya riak-riak yang tidak akan mengganggu stabilitas politik nasional," kata Jamiluddin.

Terlepas dari loyalitas TNI-Polri dalam mendukung Prabowo, dukungan rakyat yang masih sangat tinggi terhadap Prabowo menjadi pertimbangan kedua.

Jamiluddin mengatakan dukungan yang masih tinggi dari rakyat tercermin dari hasil survei terakhir yang menunjukkan mayoritas masyarakat puas terhadap kinerja Prabowo.

"Karena itu, akan sulit bagi siapa pun untuk mengajak masyarakat mendongkel pemerintahan Prabowo. Sebaliknya, sebagian masyarakat bisa saja akan melawan pihak-pihak yang akan menciptakan ketegangan politik," kata Jamiluddin.

Partai Politik Jadi Perisai

Upaya menggulingkan Prabowo juga dinilai sulit dilakukan di tengah dukungan partai politik terhadap pemerintah. Mayoritas partai politik saat ini mendukung Prabowo.

Jamiluddin mengatakan partai politik memiliki cukup kekuatan untuk menangkal serangan dari pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas politik nasional.

Melalui kader yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, partai politik dapat melakukan mobilisasi dukungan kapan dan di mana saja untuk kepala negara.

"Jadi, kalau ada pihak-pihak yang berani bermain api, maka hal itu bisa menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Bahkan hal itu bisa jadi momentum bagi pemerintahan Prabowo untuk melucuti mereka," kata Jamiluddin.

"Karena itu, peristiwa besar politik untuk menjatuhkan Prabowo pada Juni-Juli 2026 tampaknya sulit akan terjadi. Setidaknya bila tiga faktor tersebut masih solid mendukung Prabowo," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN

'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:09 WIB

'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi

'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:55 WIB

Pengamat Soal Alarm '98 Jilid 2': Keresahan Publik Sudah Sangat Besar

Pengamat Soal Alarm '98 Jilid 2': Keresahan Publik Sudah Sangat Besar

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:37 WIB

Sinyal Kemarahan Prabowo saat Kejagung-KPK Bergerak, Pengamat: Jangan Sekadar Panggung Politik

Sinyal Kemarahan Prabowo saat Kejagung-KPK Bergerak, Pengamat: Jangan Sekadar Panggung Politik

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:45 WIB

Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun, KPK Bakal Banding?

Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun, KPK Bakal Banding?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:59 WIB

Jawab Isu Penggulingan Prabowo, Golkar: Raison dEtre Gejolak Politik Masih Bisa Dicegah!

Jawab Isu Penggulingan Prabowo, Golkar: Raison dEtre Gejolak Politik Masih Bisa Dicegah!

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:05 WIB

Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat

Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:26 WIB

Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?

Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:50 WIB

Prabowo 'Pelototi' Proyek Robotik di Danantara, Ingin RI Kuasai Teknologi Masa Depan

Prabowo 'Pelototi' Proyek Robotik di Danantara, Ingin RI Kuasai Teknologi Masa Depan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:03 WIB

Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni

Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:52 WIB

Terkini

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

×