-
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Mindanao memicu status Siaga tsunami di wilayah Indonesia.
-
BMKG merilis belasan daerah di Sulawesi dan Maluku Utara yang terancam gelombang pasang.
-
Masyarakat pesisir diminta segera menjauhi pantai dan hanya memercayai kanal informasi resmi BMKG.
Kekacauan informasi di media sosial sering kali memperburuk situasi darurat dengan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Otoritas meteorologi menekankan pentingnya merujuk pada satu pintu data terintegrasi.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” kata Wijayanto. BMKG terus melakukan pemantauan dan akan memperbarui informasi apabila terdapat perkembangan terbaru terkait potensi tsunami maupun aktivitas gempa susulan.
Sebagai latar belakang, peristiwa ini dipicu oleh gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37.42 WIB. Pusat gempa berada di laut sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 47 kilometer.
Letak geografis Indonesia yang berada di cincin api pasifik membuat wilayah timur sangat rentan terhadap rambatan gempa subduksi dari negara tetangga. Koordinasi lintas negara dalam sistem peringatan dini tsunami Asia Tenggara kini memegang peran vital dalam meminimalkan korban jiwa.