- Penembakan massal terjadi di Troost Avenue, Kansas City, mengakibatkan sembilan orang dewasa mengalami luka-luka yang tidak mengancam jiwa.
- Peristiwa yang terjadi pada pukul 04.00 waktu setempat ini menimbulkan kekhawatiran keamanan bagi timnas Inggris sebelum kedatangan mereka.
- Polisi Kansas City masih melakukan penyelidikan intensif dan pengejaran terhadap pelaku yang belum tertangkap pasca insiden kekacauan tersebut.
Suara.com - Insiden penembakan massal terjadi hanya beberapa menit dari markas timnas Inggris di Kansas City, Amerika Serikat.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius menjelang kedatangan skuad The Three Lions untuk Piala Dunia 2026.
Polisi menerima laporan suara tembakan di Troost Avenue, sekitar empat mil dari lokasi hotel dan pusat latihan tim Inggris.
Petugas langsung dikerahkan ke lokasi sekitar pukul 04.00 waktu setempat.
Saat tiba, aparat menemukan kerumunan besar yang mulai membubarkan diri di tengah kepanikan.
Situasi di lokasi disebut sempat kacau sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Kepolisian Kansas City mengonfirmasi sedikitnya sembilan orang dewasa mengalami luka akibat tembakan.
Seluruh korban telah dilarikan ke berbagai rumah sakit di sekitar lokasi.
![Insiden penembakan massal terjadi hanya beberapa menit dari markas timnas Inggris di Kansas City, Amerika Serikat. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/31615-timnas-inggris.jpg)
“Tiga perempuan dewasa menjadi korban pertama yang dibawa ke rumah sakit,” ujar Kapten Polisi Jake Becchina.
Becchina menambahkan bahwa seluruh korban mengalami luka yang tidak mengancam jiwa.
Hingga kini, belum ada tersangka yang ditangkap terkait insiden tersebut.
Polisi masih melakukan patroli intensif dan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap pelaku.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari sebelum timnas Inggris dijadwalkan tiba di Kansas City.
Saat ini, skuad asuhan Thomas Tuchel masih menjalani pemusatan latihan di Palm Beach, Florida.
Inggris baru saja meraih kemenangan 1-0 atas Selandia Baru dalam laga uji coba di Tampa.