-
Iran meluncurkan serangan rudal langsung pertama ke Israel utara pasca-gencatan senjata April lalu.
-
Serangan dipicu oleh aksi pengeboman udara Israel terhadap target Hizbullah di Beirut.
-
Pertahanan udara Israel berhasil mencegat mayoritas rudal dan tidak ada korban jiwa terlapor.
Suara.com - Kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang perang besar setelah Iran meluncurkan serangan rudal langsung ke wilayah Israel. Format serangan agresif ini menjadi konfrontasi perdana pasca-kesepakatan gencatan senjata yang disepakati April lalu.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa rentetan proyektil tersebut diarahkan langsung menuju zona bagian utara negara mereka. Sirene peringatan dini segera meraung di berbagai kota untuk menginstruksikan warga mencari tempat perlindungan.
Dikutip dari CNN, Sistem pertahanan udara Iron Dome langsung diaktifkan secara masif guna menghalau penetrasi rudal tersebut. Pihak berwenang mengklaim mayoritas proyektil berhasil dilumpuhkan atau jatuh di area yang tidak berpenghuni.
![Israel berencana mendorong pembangunan permukiman besar-besaran di Tepi Barat yang oleh banyak pihak dianggap ilegal. [Gulf Times]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/91600-israel.jpg)
Otoritas medis setempat melaporkan situasi keamanan masih terkendali dan kondusif. Hingga rilis ini diturunkan, belum ditemukan adanya laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka.
Teheran menegaskan operasi militer ini merupakan balasan atas tindakan agresif Israel di Lebanon. Mereka menuduh jet tempur Israel menghancurkan basis logistik kelompok Hizbullah di kota Beirut.
Tindakan sepihak Israel tersebut dinilai melanggar batas-batas sensitif yang telah disepakati sebelumnya. Iran menganggap aksi pertahanan mereka sah demi menjaga keseimbangan geopolitik di kawasan tersebut.
Ketegangan kedua negara sempat mereda setelah adanya diplomasi internasional pada April lalu. Gencatan senjata yang rapuh tersebut awalnya diharapkan mampu meredam konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
![Asap membubung di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/22/85690-asap-membubung-di-teheran-iran-duga-dari-serangan-rudal-israel-dan-amerika-serikat.jpg)
Namun, hantaman rudal terbaru ini merusak stabilitas keamanan yang baru saja diupayakan. Publik internasional kini khawatir perang terbuka berskala besar akan kembali pecah dalam waktu dekat.