- Iran meluncurkan sepuluh rudal ke Israel pada Minggu (7/6/2026) sebagai balasan atas agresi militer di wilayah Lebanon.
- Militer Israel membalas serangan tersebut dengan membidik fasilitas militer strategis Iran guna merespons ketegangan yang terus meningkat.
- Presiden Donald Trump menegaskan bahwa eskalasi militer ini tidak akan menghentikan proses diplomasi damai antara Amerika dan Iran.
Suara.com - Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Iran meluncurkan sedikitnya 10 rudal ke wilayah Israel pada Minggu (7/6/2026).
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah militer Israel menggempur pusat komando Hizbullah di Beirut, Lebanon.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan punya pilihan selain menerima kesepakatan damai dengan Iran.
“Dia tidak punya pilihan. Saya yang pegang kendali. Saya yang menentukan,” ujar Trump dilansir dari NY Post.
Trump juga memastikan bahwa eskalasi terbaru ini tidak akan menggagalkan proses negosiasi antara Washington dan Teheran.
“Kesepakatan itu akan berdiri dengan sendirinya, atau tidak. Tapi ini tidak akan berdampak,” katanya.
![Kolase Trump-Netanyahu [Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/57161-kolase-trump-netanyahu.jpg)
Meski demikian, Trump mengaku tidak senang dengan serangan Israel ke Beirut yang disebutnya terlalu berani.
Trump juga menilai langkah Iran meluncurkan rudal tidak membantu proses diplomasi yang tengah berjalan.
“Apa yang saya sarankan ke Iran, kalian sudah menembakkan rudal, itu cukup. Kembali ke meja perundingan dan buat kesepakatan,” tegasnya.
Di sisi lain, Trump juga memamerkan kekuatan militer Amerika Serikat, termasuk blokade laut di Selat Hormuz yang disebut telah menekan ekonomi Iran.
Trump bahkan membuka kemungkinan operasi militer jika kesepakatan damai gagal tercapai.
Sementara itu, Iran menegaskan bahwa serangannya merupakan respons atas pelanggaran gencatan senjata yang disepakati pada April lalu.
Teheran menuding Israel dan Amerika Serikat terus melakukan agresi, termasuk serangan ke Lebanon dan kapal-kapal Iran.
Penasihat pemimpin tertinggi Iran juga memperingatkan bahwa setiap balasan dari Israel akan dibayar dengan respons yang lebih menghancurkan dan biaya yang lebih besar.
Menurut laporan media Israel, Ynet, pihak militer mereka merespons dengan melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran.