Wacana '98 Jilid 2' Dinilai Bisa Terjadi Jika Kepercayaan Publik Terus Merosot

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 08 Juni 2026 | 13:20 WIB
Wacana '98 Jilid 2' Dinilai Bisa Terjadi Jika Kepercayaan Publik Terus Merosot
Foto Arsip: Sekitar 40 buah bangkai mobil milik salah satu showroom mobil di Jl. Ciledug Raya, Tangerang, Jawa Barat, tergeletak di jalan, Jumat (15/5/1998) setelah dibakar massa pada Kamis (14/5/1998) malam. Puluhan bangkai mobil sampai Jumat siang masih tergeletak di jalan. [ANTARA FOTO/Hadiyanto]
  • Masduki dari PSAD UII mendesak Presiden Prabowo segera memulihkan krisis kepercayaan publik guna menghindari potensi ketidakstabilan nasional.
  • Presiden disarankan melakukan reformasi struktural tim ekonomi serta meninjau ulang kebijakan strategis seperti program Makan Bergizi Gratis.
  • Prabowo perlu menunjukkan kepemimpinan independen dan memberantas korupsi untuk mengembalikan keyakinan investor serta masyarakat terhadap pemerintah.

Suara.com - Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII), Masduki, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu segera mengambil langkah konkret untuk mencegah potensi krisis besar di tengah tekanan ekonomi dan menurunnya kepercayaan publik.

Menurutnya, situasi yang terjadi saat ini bukan sekadar persoalan pelemahan rupiah, melainkan juga menyangkut krisis kepercayaan terhadap pemerintah.

Jika tidak ditangani dengan baik, maka wacana '98 jilid 2' bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi.

Ditegaskan Masduki, pemerintah perlu bergerak cepat membangun kembali kepercayaan publik agar kondisi ekonomi dan politik tidak semakin memburuk. Ia menyebut kepercayaan masyarakat dan investor menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas nasional.

"Tentu dia (Prabowo) harus melakukan aksi yang bisa membangun trust publik. Kuncinya kan di kepercayaan," kata Masduki kepada Suara.com, Senin (8/6/2026).

Presiden Prabowo Subianto. [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
Presiden Prabowo Subianto. [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]

Masduki mengatakan langkah pertama yang perlu dilakukan Prabowo adalah melakukan reformasi struktural terhadap tim ekonomi pemerintah. Ia menilai evaluasi terhadap jajaran ekonomi penting untuk memulihkan keyakinan publik terhadap arah kebijakan pemerintah.

"Dia harus pertama-tama melakukan reformasi tim ekonomi. Jadi menteri keuangan harus diganti, kemudian gubernur BI, wakil gubernur BI yang kebetulan juga ponakannya harus diganti," ujarnya.

Selain itu, Masduki meminta pemerintah meninjau ulang sejumlah program yang belakangan menuai sorotan publik, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintah.

"Harus meninjau ulang program makan bergizi gratis," imbuhnya.

Menurut Masduki, persoalan yang dihadapi pemerintah saat ini tidak hanya berkaitan dengan tekanan ekonomi dan pelemahan rupiah, tetapi juga krisis kepercayaan dari investor asing maupun masyarakat Indonesia terhadap kepemimpinan Prabowo.

"Banyak analis yang saya sepakat bahwa ini sebenarnya tidak hanya krisis rupiah, krisis ekonomi, tapi lebih penting krisis kepercayaan dari investor asing, dari masyarakat Indonesia sendiri terhadap Prabowo," ucapnya.

Lebih jauh, ia menyoroti relasi politik Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang dinilai masih memengaruhi persepsi publik. Menurutnya, Prabowo perlu menunjukkan kepemimpinan yang lebih independen untuk mengurangi polarisasi politik yang masih berlangsung.

"Prabowo harus menghentikan upayanya untuk atau keadaan yang terus di bawah bayang-bayang Jokowi dan dia bekerja sendiri secara kredibel," ujarnya.

Ia mendorong pemerintah untuk fokus melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan dan pemberantasan korupsi secara konsisten agar kepercayaan publik dapat kembali pulih.

"Dia bekerja sendiri secara kredibel dengan meninjau kembali kepengurusan, memberantas korupsi dan konsisten menunjukkan upaya-upaya pembenahan sektor ekonomi sehingga rupiah bisa turun kembali atas dasar munculnya lagi kepercayaan publik nasional dan internasional," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini

Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:48 WIB

Mungkinkah Prabowo Dua Periode Lewat Politik Gentong Babi?

Mungkinkah Prabowo Dua Periode Lewat Politik Gentong Babi?

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 12:31 WIB

Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...

Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB

Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasehat Presiden dan Lantik Nanik Jadi Kepala BGN Sore Nanti

Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasehat Presiden dan Lantik Nanik Jadi Kepala BGN Sore Nanti

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:51 WIB

Sore Ini, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Sore Ini, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 08:06 WIB

CCEP Perkuat SDM Lewat Inklusi, Digitalisasi hingga Pengembangan Talenta

CCEP Perkuat SDM Lewat Inklusi, Digitalisasi hingga Pengembangan Talenta

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 07:48 WIB

Saat Rupiah Kian Tertinggal, Jangan Keliru Membaca Ramainya Wisata Belanja

Saat Rupiah Kian Tertinggal, Jangan Keliru Membaca Ramainya Wisata Belanja

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188

Liks | Senin, 08 Juni 2026 | 10:26 WIB

Terkini

IRGC Luncurkan Operasi Nasr, Targetkan Pangkalan Udara Utama Israel

IRGC Luncurkan Operasi Nasr, Targetkan Pangkalan Udara Utama Israel

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:17 WIB

Nikel Indonesia Kuasai Pasar Global, Tapi Apakah Industrinya Sudah Berkelanjutan?

Nikel Indonesia Kuasai Pasar Global, Tapi Apakah Industrinya Sudah Berkelanjutan?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:17 WIB

Jalur Rahasia Forwarder Terbongkar, Jutaan Kosmetik China Ilegal Banjiri Pasar

Jalur Rahasia Forwarder Terbongkar, Jutaan Kosmetik China Ilegal Banjiri Pasar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:10 WIB

Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini

Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:48 WIB

Blokade Gaza Total! Israel Stop Bantuan Kemanusiaan Pascaserangan Rudal Iran

Blokade Gaza Total! Israel Stop Bantuan Kemanusiaan Pascaserangan Rudal Iran

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:34 WIB

Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan

Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:14 WIB

Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar

Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB

Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...

Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB

AS Balik Kanan? Iran Serang Israel, Trump Desak Benjamin Netanyahu Legowo

AS Balik Kanan? Iran Serang Israel, Trump Desak Benjamin Netanyahu Legowo

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB

Warga Kocar Kacir Masuk Bunker! Iran, Hizbullah dan Houthi Bombardir Israel

Warga Kocar Kacir Masuk Bunker! Iran, Hizbullah dan Houthi Bombardir Israel

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:02 WIB