Aktor Intelektual Tak Disentuh, KontraS Sebut Sidang Militer Andrie Yunus Hanya Sandiwara!

Muhammad Yasir

Senin, 08 Juni 2026 | 16:54 WIB
Aktor Intelektual Tak Disentuh, KontraS Sebut Sidang Militer Andrie Yunus Hanya Sandiwara!
Tim Advokasi untuk Demokrasi menyerahkan surat permohonan penghentian perkara kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (8/6/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)
baca 10 detik
  • Tim Advokasi untuk Demokrasi menilai persidangan empat anggota TNI di Pengadilan Militer Jakarta gagal mengungkap aktor intelektual penyiraman air keras.
  • Pihak KontraS menduga terdapat 16 pelaku yang terlibat dan adanya operasi pengintaian sebelum serangan terjadi terhadap aktivis Andrie Yunus.
  • Persidangan dinilai janggal karena tidak memeriksa pejabat tinggi Badan Intelijen Strategis TNI terkait rangkaian peristiwa penganiayaan yang direncanakan tersebut.

Suara.com - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menilai persidangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08 Jakarta belum berhasil mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

Penilaian itu disampaikan menjelang pembacaan putusan terhadap empat terdakwa anggota TNI yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (10/6/2026).

Perwakilan IM57+ yang tergabung dalam TAUD, Ali, mengatakan proses peradilan militer sejauh ini hanya berfokus pada pelaku lapangan.

"Proses pradilan ini hanya mengusut pelaku aktor lapangan tanpa mempertimbangkan atau mengusut pelaku atau aktor intelektual dari penyiraman air keras tersebut," kata Ali usai menyerahkan surat penghentian perkara di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menurut Ali, terdapat indikasi jumlah pihak yang terlibat dalam kasus tersebut lebih banyak dari empat terdakwa yang saat ini menjalani persidangan.

"Padahal peristiwa ini bukan hanya dilakukan sebatas dilakukan oleh empat orang melainkan terdapat potensi ada 16 orang dalam melakukan peristiwa ini," ujarnya.

Tim Advokasi untuk Demokrasi menyerahkan surat permohonan penghentian perkara kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (8/6/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya usai menyerahkan surat permohonan penghentian perkara kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (8/6/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)

Sementara Koordintor KontraS Dimas Bagus Arya, menyebut pihaknya sejak awal telah mengumpulkan informasi mengenai 16 orang yang diduga terlibat. Namun, hal tersebut tidak pernah dibahas selama proses persidangan.

"Dalam proses yang berlangsung tidak pernah kemudian ada pembahasan soal 16 orang terduga pelaku yang selama ini sudah dikumpulkan oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi," ungkap Dimas.

Ia menilai majelis hakim dan para pihak yang terlibat dalam persidangan hanya menyoroti empat terdakwa.

baca juga

Selain itu, ia juga menyoroti tidak terungkapnya dugaan operasi intelijen yang disebut mendahului serangan terhadap Andrie Yunus.

Dimas mengatakan pihaknya sejak awal menduga terdapat upaya pengintaian terhadap Andrie sebelum peristiwa penyiraman air keras terjadi.

"Sebenarnya tindakan mencelakai dan juga percobaan pembunuhan berencana pada Andrie Yunus ini sudah dari awal dilakukan dengan upaya surveillance atau pengintaian," katanya.

Tim Advokasi juga mempertanyakan tidak pernah diperiksanya sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI selama persidangan berlangsung.

"Kami juga menanyakan dalam setiap kesempatan, kenapa tidak pernah ada upaya-upaya untuk meminta klarifikasi, meminta keterangan dari Kabais maupun sejumlah pejabat tinggi yang ada dalam lingkungan Badan Intelijen Strategis TNI untuk diperiksa juga di muka pengadilan," ujar Dimas.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin memperkuat keraguan pihaknya terhadap kemampuan peradilan militer mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara utuh.

"Hal ini semakin mempertegas kejanggalan dan juga ketidakpercayaan Andrie Yunus dan juga kami sebagai tim hukum untuk kemudian dapat mempercayai pengadilan militer," pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Vonis, Tim Advokasi Minta Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Dihentikan

Jelang Vonis, Tim Advokasi Minta Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Dihentikan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:50 WIB

Kontras Soroti Tren Baru Penghilangan Paksa Jangka Pendek untuk Teror Demonstran

Kontras Soroti Tren Baru Penghilangan Paksa Jangka Pendek untuk Teror Demonstran

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:53 WIB

Kontras Ungkap Pola Penghilangan Paksa di Indonesia, Aktor Militer Disebut Dominan

Kontras Ungkap Pola Penghilangan Paksa di Indonesia, Aktor Militer Disebut Dominan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:32 WIB

Terkini

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Betrand Peto Bakal Jadi Tersangka?

Kasus Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Betrand Peto Bakal Jadi Tersangka?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:56 WIB

SPBU Shell di Indonesia Kini Dikelola SEFAS Group

SPBU Shell di Indonesia Kini Dikelola SEFAS Group

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Banjir Rob Rendam Muara Angke Hampir Setiap Hari, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

Banjir Rob Rendam Muara Angke Hampir Setiap Hari, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026

BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Lip Balm Himalaya untuk Umur Berapa? Cek Kandungan dan Cara Pakainya

Lip Balm Himalaya untuk Umur Berapa? Cek Kandungan dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Rilis French Kissing! AND2BLE Bahas Rasa Penasaran dan Ketertarikan Intens

Rilis French Kissing! AND2BLE Bahas Rasa Penasaran dan Ketertarikan Intens

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

×