Kontras Soroti Tren Baru Penghilangan Paksa Jangka Pendek untuk Teror Demonstran

Bella

Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:53 WIB
Kontras Soroti Tren Baru Penghilangan Paksa Jangka Pendek untuk Teror Demonstran
Anggota Kontras, Javier Maramba. [Tangkapan layar]
baca 10 detik
  • Kontras menyoroti tren penghilangan paksa jangka pendek oleh aparat saat demonstrasi massa di Indonesia sepanjang tahun 2019 hingga 2026.
  • Praktik ini dilakukan terhadap massa aksi untuk menciptakan rasa takut dan mencegah masyarakat kembali turun menyuarakan pendapat publik.
  • Korban ditahan di lokasi rahasia tanpa akses bantuan hukum selama durasi waktu tertentu hingga akhirnya dibebaskan oleh aparat.

Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyoroti munculnya tren baru praktik penghilangan paksa di Indonesia yang terjadi di tengah gelombang demonstrasi massa.

Fenomena ini disebut sebagai penghilangan paksa jangka pendek (short-term enforced disappearances) yang bertujuan meredam gejolak publik.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu anggota Kontras, Javier Maramba, dalam diskusi publik bertajuk "Menunggu Mereka Kembali: Impunitas dan Kegagalan Negara Menuntaskan Penghilangan Paksa" yang digelar secara daring pada Jumat (5/6/2026).

"Mungkin ini merupakan bentuk yang baru dalam konteks panggilan paksa, jadi dalam konteks panggilan paksa itu ternyata juga terjadi dalam fenomena-fenomena berkaitan dengan demonstrasi," ujar Javier dalam pemaparan daringnya, Jumat (5/6/2026).

Tujuan 'Chilling Effect' dan Teror

Javier menjelaskan bahwa pola ini memiliki tujuan spesifik, yakni menciptakan rasa takut di tengah masyarakat agar tidak lagi ikut turun ke jalan menyuarakan pendapat.

"Tujuannya adalah memberikan ketakutan sebagai bentuk teror agar para demonstrasi kemudian bisa tetap di rumah dan tidak kemudian terus berdemonstrasi," ungkapnya.

Berdasarkan temuan Kontras, praktik ini kerap dilakukan oleh aparat keamanan, khususnya kepolisian, atau orang tidak dikenal yang memiliki afiliasi dengan negara.

Korban sering kali ditahan di tempat rahasia tanpa akses komunikasi dengan keluarga maupun bantuan hukum.

"Pola yang ditemukan juga dalam konteks panggilan paksa yang jangka pendek itu sering dilakukan oleh aparat keamanan, khususnya dalam konteks di Indonesia adalah pria kepolisian atau dari orang-orang tidak dikenal yang dalam konteks ini berafiliasi dengan negara," tambah Javier.

baca juga

Rekam Jejak dari 2019 hingga Pemerintahan Prabowo

Kontras mencatat pola ini mulai masif terjadi dalam sepuluh tahun terakhir.

Javier mencontohkan peristiwa demonstrasi Reformasi Dikorupsi pada 2019, ketika sekitar 5.000 orang ditangkap. Namun, terdapat periode waktu ketika keberadaan sebagian dari mereka tidak diketahui sebelum akhirnya diumumkan atau dibebaskan secara resmi.

"Jadi di mana dalam periodisasi waktu tertentu, mungkin jam, mungkin hari, atau mungkin minggu, seseorang kemudian tidak bisa mengakses hukum bahkan. Jadi mereka seakan-akan lenyap tanpa perlindungan hukum," jelasnya.

Pola serupa terus berlanjut pada demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja pada 2020 hingga periode awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Javier menyebut, dalam kurun waktu kurang dari 100 hari pemerintahan baru, praktik tersebut sudah terlihat dalam aksi "Indonesia Darurat".

Beberapa peristiwa besar lainnya yang turut disorot adalah demonstrasi penolakan RUU TNI pada Mei 2025, aksi Hari Buruh 2025, hingga gelombang aksi besar pada 25–31 Agustus 2025.

Menyasar Seluruh Massa Aksi

Berbeda dengan pola pada masa lalu yang menargetkan aktivis atau individu tertentu, praktik penghilangan paksa jangka pendek saat ini disebut cenderung menyasar siapa saja yang berada di barisan massa aksi.

"Orang-orang yang kemudian menjadi korban itu tidak lagi ter organized terhadap aktivis-aktivis tertentu atau orang-orang tertentu yang kemudian memiliki profil yang cukup terkenal. Namun, lebih menyasar ke seluruh massa aksi karena tujuannya adalah memberikan killing effect," ujarnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontras Ungkap Pola Penghilangan Paksa di Indonesia, Aktor Militer Disebut Dominan

Kontras Ungkap Pola Penghilangan Paksa di Indonesia, Aktor Militer Disebut Dominan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:32 WIB

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:32 WIB

Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV

Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:57 WIB

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:56 WIB

Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025

Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:19 WIB

Teror Badut Gendong Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!

Teror Badut Gendong Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:52 WIB

Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan

Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:46 WIB

Pocong Jadi-jadian yang Resahkan Warga di Kediri Diamankan Polisi, Singgung Soal Konten

Pocong Jadi-jadian yang Resahkan Warga di Kediri Diamankan Polisi, Singgung Soal Konten

Entertainment | Senin, 25 Mei 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Golkar Pertanyakan Efektivitas Kabinet Bayangan, Sarmuji: Siapa yang Menindaklanjuti?

Golkar Pertanyakan Efektivitas Kabinet Bayangan, Sarmuji: Siapa yang Menindaklanjuti?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:01 WIB

Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan

Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:01 WIB

Membaca Ways to Live Forever: Bagaimana Anak Kecil Melihat Sebuah Kematian?

Membaca Ways to Live Forever: Bagaimana Anak Kecil Melihat Sebuah Kematian?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:00 WIB

KPK Bongkar Dugaan Suap Bupati Lombok Barat, Ada Alphard Rp 1,2 Miliar dan Sepatu Hermes

KPK Bongkar Dugaan Suap Bupati Lombok Barat, Ada Alphard Rp 1,2 Miliar dan Sepatu Hermes

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:00 WIB

Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:58 WIB

Bolehkah Facial saat Ada Jerawat? Ketahui Kondisi yang Perlu Dihindari

Bolehkah Facial saat Ada Jerawat? Ketahui Kondisi yang Perlu Dihindari

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:58 WIB

Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65

Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:54 WIB

Harga Sawit Riau Menguat Kembali, Mitra Swadaya Tembus Rp3.846 per Kg

Harga Sawit Riau Menguat Kembali, Mitra Swadaya Tembus Rp3.846 per Kg

Riau | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:54 WIB

AIESEC in UNJ Sukses Selenggarakan AFL Summer Peak, Cetak Pemimpin Muda Berdampak Sosial

AIESEC in UNJ Sukses Selenggarakan AFL Summer Peak, Cetak Pemimpin Muda Berdampak Sosial

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:51 WIB

Purbaya Terbitkan Panda Bond 23 Juli, Target Kantongi Utang Rp 17,8 T dari China

Purbaya Terbitkan Panda Bond 23 Juli, Target Kantongi Utang Rp 17,8 T dari China

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:51 WIB

×