Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 09 Juni 2026 | 08:37 WIB
Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran
Donald Trump (iG Donald Trump)
  • Donald Trump mengklaim Amerika Serikat akan mendeklarasikan kemenangan mutlak atas Iran dalam waktu dekat.

  • Kesepakatan baru tersebut mewajibkan pihak Iran untuk menghentikan total seluruh proyek senjata nuklir.

  • Keberhasilan negosiasi diplomatik ini diproyeksikan mampu menurunkan harga minyak mentah di pasar global.

Suara.com - Gencatan senjata berpotensi mengalami pergeseran peta kekuatan baru dalam waktu dekat. Amerika Serikat diproyeksikan bakal segera mengumumkan dominasi penuhnya atas wilayah geopolitik Teheran Iran.

Pernyataan strategis tersebut dilemparkan oleh Presiden Donald Trump di tengah agenda kampanye politik. Momentum krusial ini disampaikan langsung demi mendongkrak dukungan bagi Senator Lindsey Graham dari Carolina Selatan.

Gedung Putih meyakini tekanan diplomatik intensif yang dilancarkan belakangan ini mulai membuahkan hasil nyata. Penghentian program pengayaan hulu nuklir menjadi salah satu poin paling krusial yang dipertaruhkan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan kesehatan terbarunya belum juga dipublikasikan kepada publik.[Istimewa]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan kesehatan terbarunya belum juga dipublikasikan kepada publik.[Istimewa]

“Kami sedang bernegosiasi sekarang, dan mereka ingin membuat kesepakatan yang sangat baik. Mereka bersedia memberikan segalanya kepada kita, mereka bersedia tidak memberi kita senjata nuklir,” ujar Trump dikutip dari CNN.

Langkah ini diprediksi tidak hanya meredam konflik senjata di Timur Tengah secara masif. Lebih dari itu, stabilitas pasokan komoditas energi global diproyeksikan akan segera pulih normal.

“Saya pikir kita memenangkan pertempuran itu, tetapi Anda benar-benar akan memenangkannya dalam dua minggu ke depan ketika kita menyatakan kemenangan total, itu akan menjadi kemenangan total, itu akan terjadi sangat segera, dan harga minyak akan jatuh bertumbangan,” tutur Trump memproyeksikan situasi ekonomi.

Narasi optimisme mengenai tenggat waktu singkat ini sebenarnya bukan pertama kali dilontarkan ke publik. Washington kerap menggunakan strategi psikologis batas waktu untuk menekan posisi tawar-menawar lawan politiknya.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, memperingatkan Israel agar menghentikan operasi militernya di Lebanon. [Dok. Tasnim News]
Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, memperingatkan Israel agar menghentikan operasi militernya di Lebanon. [Dok. Tasnim News]

Sebelumnya, pakta penghentian kontak senjata sementara yang disepakati April lalu sempat berjalan stagnan. Publik sempat meragukan efektivitas diplomasi tersebut karena penyelesaian kesepakatan akhir terus mundur.

Respons lambat dari pihak musuh dianggap sebagai bentuk pertahanan terakhir dalam memelihara kedaulatan negara. Namun, Washington mengklaim bahwa ruang gerak ekonomi lawan kini sudah terkunci sepenuhnya.

Ketika dikonfirmasi mengapa pihak lawan belum meresmikan draf kesepakatan, Trump memberikan jawaban taktis. Dirinya menilai karakteristik kepemimpinan lawan yang keras kepala menjadi salah satu faktor penghambat utama.

“Karena mereka kuat. Mereka bangga. Ada hal-hal yang mereka tidak pernah mengira akan mereka lakukan yang harus mereka lakukan. Mereka tidak punya pilihan. Dan itu membutuhkan sedikit waktu,” tegas Trump menjabarkan kondisi internal rivalnya.

Konflik berkepanjangan ini berakar dari perbedaan prinsip kepemilikan teknologi pertahanan strategis antarkedua negara. AS secara konsisten menjatuhkan sanksi ekonomi berlapis demi melumpuhkan sektor ekspor energi utama mereka.

Upaya perdamaian formal yang diinisiasi sejak awal April sebenarnya dirancang untuk bertahan singkat. Implementasi kebijakan pembatasan energi tersebut menjadi instrumen utama AS guna memaksakan kesepakatan jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'

Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:31 WIB

Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir

Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:19 WIB

Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel

Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:08 WIB

Terkini

DPR Bersiap Sahkan RUU Polri Hari Ini, Keputusan Final Ditentukan di Paripurna

DPR Bersiap Sahkan RUU Polri Hari Ini, Keputusan Final Ditentukan di Paripurna

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:33 WIB

Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'

Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:31 WIB

Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir

Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:19 WIB

Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026

Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:13 WIB

Bos Maktour Kembali Dipanggil KPK Usai Anak Buahnya Ditahan

Bos Maktour Kembali Dipanggil KPK Usai Anak Buahnya Ditahan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:13 WIB

Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel

Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:08 WIB

12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim

12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:02 WIB

Krisis Pascagempa Filipina, Warga Mindanao Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik Massal

Krisis Pascagempa Filipina, Warga Mindanao Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik Massal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:55 WIB

KPK Lebih Dulu Selidiki Kasus Korupsi MBG Sebelum Kejagung Tetapkan Tersangka

KPK Lebih Dulu Selidiki Kasus Korupsi MBG Sebelum Kejagung Tetapkan Tersangka

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:24 WIB

Prabowo Minta Maaf Proses Dubes Negara Sahabat Molor, Wamenlu: Jadwal Presiden Padat

Prabowo Minta Maaf Proses Dubes Negara Sahabat Molor, Wamenlu: Jadwal Presiden Padat

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:21 WIB