- Viral video seorang lansia kesulitan menaiki tangga JPO Lenteng Agung akibat lift yang tidak beroperasi pada Juni 2026.
- Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa kerusakan lift disebabkan oleh tindakan vandalisme berupa pemotongan kabel listrik.
- Pemerintah tengah memperbaiki fasilitas tersebut dan mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga aset publik demi kenyamanan mobilitas bersama.
Suara.com - Sebuah video di media sosial yang memperlihatkan perjuangan seorang wanita lanjut usia (lansia) saat menaiki anak tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tapal Kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mendadak viral.
Berdasarkan keterangan teks pada video, kondisi ini terjadi karena fasilitas lift di JPO tersebut tidak beroperasi.
Akibat matinya fasilitas penunjang, lansia yang seharusnya mendapat kemudahan akses terpaksa harus bersusah payah mendaki tangga manual yang cukup tinggi hingga kelelahan.
Unggahan video ini seketika memicu gelombang keluhan dari warga mengenai fasilitas publik di Jakarta yang kurang terawat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Merespons keresahan masyarakat, Dinas Bina Marga DKI Jakarta akhirnya buka suara untuk menjelaskan pangkal persoalan yang memicu kelumpuhan fasilitas.
Kepala Pusat Data Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, memberikan konfirmasi resmi mengenai penyebab utama kerusakan lift pada Selasa (9/6/2026).
Terhentinya operasional lift tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian perawatan, melainkan akibat ulah tidak bertanggung jawab dari oknum tertentu.
”Saat ini Lift JPO Lenteng Agung tidak dapat beroperasi sementara akibat kerusakan pada sistem kelistrikan yang disebabkan oleh tindakan vandalisme,” ujar Wenny.
Petugas teknis di lapangan menemukan bukti konkret mengenai adanya kerusakan fisik yang sengaja dilakukan pada komponen vital lift.
”Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, ditemukan sejumlah jaringan kabel listrik lift dalam kondisi terpotong, sehingga fasilitas tersebut tidak dapat digunakan oleh masyarakat,” lanjut Wenny.
Aksi sabotase yang menyasar fasilitas umum di kawasan Jakarta Selatan ini dilaporkan terjadi pada awal bulan Juni tahun ini.
”Dinas Bina Marga saat ini tengah melakukan penanganan dan perbaikan, diharapkan dalam waktu dekat lift dapat kembali berfungsi secara optimal,” jelas Wenny.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan meminta keterlibatan aktif dari warga untuk ikut mengawasi infrastruktur kota.
”Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas umum yang telah disediakan. Fasilitas publik merupakan aset bersama yang kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh seluruh warga apabila dijaga dengan baik,” tegas Wenny.
Pihak dinas sendiri berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali demi kenyamanan dan keselamatan para komuter, khususnya bagi mereka yang membutuhkan aksesibilitas khusus.
”Mari jaga fasilitas umum Jakarta untuk kenyamanan, keamanan, dan kemudahan mobilitas kita bersama,” pungkas Wenny.