Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 09 Juni 2026 | 17:30 WIB
Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK
Presiden Prabowo Subianto saat bertolak ke Brunei Darussalam, pada Rabu (14/5/2025) pagi. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
  • Prof. Ikrar Nusa Bhakti mengkritik frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo karena membebani anggaran serta transparansi penggunaan dana pribadi.
  • Ikrar mendesak lembaga auditor negara segera memeriksa keabsahan penggunaan dana pribadi Presiden dalam biaya perjalanan dinas luar negeri tersebut.
  • Presiden dinilai kurang bijak terkait kebijakan pendidikan bahasa asing dan kondisi ekonomi nasional saat cadangan devisa sedang menurun.

Suara.com - Analis politik sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Tunisia, Prof. Ikrar Nusa Bhakti, melontarkan kritik keras terkait tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto di awal masa jabatannya.

Ikrar menyoroti efisiensi anggaran negara hingga transparansi klaim penggunaan dana pribadi Presiden dalam perjalanan dinas tersebut.

Berdasarkan analisis yang diterima Ikrar, Presiden Prabowo tercatat menghabiskan setidaknya dalam perumpamaan satu dari setiap enam hari masa jabatannya untuk berada di luar negeri. Biaya yang dikeluarkan pun diperkirakan mencapai Rp20 miliar hingga Rp50 miliar per kunjungan.

Satu hal yang menjadi sorotan tajam Ikrar adalah pernyataan dari pihak istana melalui Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang menyebut bahwa kekurangan biaya operasional perjalanan tersebut ditutupi menggunakan kantong pribadi Presiden.

Ikrar menilai, dalam tata kelola administrasi negara, penggunaan dana pribadi untuk kegiatan kedinasan justru menjadi tanda tanya besar.

"Saya ini pernah menjadi Pegawai Negeri Sipil, kalau kemudian saya ke luar negeri ya sudah ada anggaran dari negara. Tiba-tiba kemudian saya menggunakan anggaran sendiri, ya dan itu dimasukkan di dalam pertanggungjawaban saya akan ditanya oleh bagian BPK ataupun BPKP ya, ini uang apa dan ini kok Anda melakukan itu dari kantong Anda sendiri," ujar Ikrar dalam kanal Youtube Bambang Widjojanto, Selasa (9/6/2026).

Ikrar mendesak lembaga auditor negara untuk turun tangan melakukan pengecekan.

"Biayanya dari kantong pribadi Presiden Prabowo Itu wajib hukumnya baik BPK, Inspektorat di Sekretariat Presiden itu harus mengecek ya uang itu benar engga dikeluarkan oleh Presiden Prabowo, dan untuk apa?" tegasnya.

Kondisi Ekonomi dan Devisa Negara

Kritik ini disampaikan Ikrar di tengah kekhawatirannya terhadap kondisi ekonomi nasional. Ia menyebut cadangan devisa negara sedang mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya di tahun 2025.

Menurutnya, Presiden seharusnya lebih cermat dalam menghitung ketersediaan anggaran sebelum memutuskan untuk sering melakukan kunjungan internasional.

"Jadi maksud saya Prabowo ini tidak pernah menghitung benar-benar berapa uang yang masih dimiliki oleh negara ya, apakah ini masih bisa untuk kemudian jalan-jalan ke luar negeri," ujar Ikrar.

Profil Ikrar Nusa Bhakti (YouTube/Ikrar Nusa Bhakti)
Profil Ikrar Nusa Bhakti (YouTube/Ikrar Nusa Bhakti)

Kritik Kebijakan Bahasa dan Prioritas Pendidikan

Tak hanya soal anggaran, Ikrar juga menyentil gaya komunikasi kebijakan Presiden saat berada di luar negeri.

Ia mencontohkan instruksi Presiden yang meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mempersiapkan kurikulum bahasa asing sesuai dengan negara yang dikunjungi, seperti bahasa Prancis saat ke Prancis atau bahasa Portugis saat ke Brazil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy

Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:14 WIB

Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru

Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:58 WIB

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:35 WIB

Perintah Prabowo Bersihkan Program MBG dari Para Pemburu Rente Tanpa Pandang Bulu

Perintah Prabowo Bersihkan Program MBG dari Para Pemburu Rente Tanpa Pandang Bulu

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:13 WIB

Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah

Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:56 WIB

Terkini

Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy

Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:14 WIB

545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas

545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:58 WIB

Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Pembelaan Nadiem Makarim

Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Pembelaan Nadiem Makarim

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:56 WIB

75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!

75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:53 WIB

Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:51 WIB

Marak Kekerasan di Daycare, DPR Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Pengasuhan Anak

Marak Kekerasan di Daycare, DPR Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Pengasuhan Anak

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:43 WIB

Bukan Sekadar Teror, Polisi Didesak Sikat Otak Penyerangan Andrie Yunus!

Bukan Sekadar Teror, Polisi Didesak Sikat Otak Penyerangan Andrie Yunus!

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:32 WIB

YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG

YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:23 WIB

Tak Bisa Asal Masuk! Polisi Jabat di Kementerian Wajib Ikuti Open Bidding dan Seleksi Ketat

Tak Bisa Asal Masuk! Polisi Jabat di Kementerian Wajib Ikuti Open Bidding dan Seleksi Ketat

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:17 WIB

Bantuan Beras 10 Kg Diperpanjang, Siapa Sapa Penerimanya

Bantuan Beras 10 Kg Diperpanjang, Siapa Sapa Penerimanya

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:11 WIB