- Pengadilan Militer II-08 Jakarta memerintahkan pemusnahan barang bukti kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus pada Rabu (10/6/2026).
- Barang bukti berupa rekaman video dan wadah air keras dimusnahkan karena tidak adanya permintaan resmi dari instansi penegak hukum.
- Majelis hakim menjatuhkan vonis penjara dan sanksi pemecatan kepada dua anggota BAIS TNI yang menjadi pelaku utama penyiraman tersebut.
Suara.com - Pengadilan Militer II-08 Jakarta memerintahkan pemusnahan sejumlah barang bukti dalam perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Keputusan tersebut dibacakan dalam sidang putusan oleh Ketua Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto, Rabu (10/6/2026).
Barang bukti yang diperintahkan untuk dimusnahkan antara lain flashdisk berisi dua rekaman video kejadian di lokasi penyiraman serta cairan yang digunakan dalam aksi tersebut. Selain itu, tumbler berwarna ungu yang dijadikan wadah air keras juga masuk dalam daftar barang yang harus dimusnahkan.
Menurut majelis hakim, pemusnahan dilakukan agar barang-barang tersebut tidak disalahgunakan di kemudian hari.
"Agar barang tersebut tidak digunakan kembali untuk hal yang tidak diinginkan," kata Fredy saat membacakan pertimbangan putusan.
Keputusan itu menjadi sorotan karena Andrie Yunus masih memperjuangkan proses hukum melalui jalur kepolisian. Rekaman video yang dimusnahkan dinilai merupakan salah satu alat bukti elektronik penting dalam pembuktian perkara pidana.
Meski demikian, hakim menyatakan hingga saat ini tidak ada permintaan resmi dari instansi penegak hukum lain untuk mengambil alih barang bukti tersebut guna kepentingan penyidikan atau pemeriksaan perkara berbeda.
"Hingga saat ini tidak ada permintaan atas barang bukti tersebut dari instansi penegak hukum lainnya, sehingga perlu ditentukan statusnya," ujar Fredy.
![Oditur Militer menunjukkan barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban pada sidang lanjutan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/06/83003-sidang-kasus-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-barang-bukti-baju-andrie-yunus.jpg)
Sementara itu, sejumlah barang bukti lain seperti sepeda motor dan barang pribadi milik Andrie Yunus diperintahkan untuk dikembalikan kepada pemiliknya. Adapun beberapa dokumen tetap dilampirkan dalam berkas perkara karena dianggap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses persidangan.
Dalam putusan yang sama, Pengadilan Militer menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap dua dari empat anggota BAIS TNI yang terlibat dalam kasus tersebut. Mereka adalah Sersan Dua Edi Sudarko dan Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono yang dinilai berperan sebagai pelaku utama dan perencana penyiraman air keras.
Edi dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun, sedangkan Budhi dihukum dua tahun enam bulan penjara. Keduanya juga diberhentikan dari dinas militer.
Sementara dua terdakwa lainnya, Kapten Nandala Dwi Prasetyo dan Letnan Satu Sami Lakka, masing-masing divonis dua tahun dan satu tahun enam bulan penjara. Keduanya tidak dipecat, namun akan menjalani pembinaan sebelum kembali bertugas di satuan masing-masing.