Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 11 Juni 2026 | 06:20 WIB
Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak
Rudal balistik Iran (MEMO/Anadolu)
  • Citra satelit mendeteksi bintik gelap yang mengindikasikan hanggar pangkalan udara Israel hancur dibom Iran.

  • Teheran menegaskan serangan rudal balistik merupakan balasan atas gempuran Israel ke warga sipil Lebanon.

  • Gencatan senjata regional dipastikan gagal setelah kedua negara kembali meluncurkan gelombang serangan udara.

Suara.com - Bukti visual terbaru menunjukkan hanggar di Pangkalan Udara Ramat David, Israel utara, diduga kuat hancur akibat hantaman rudal balistik Iran. Kebocoran pertahanan udara ini terungkap melalui analisis mendalam terhadap citra satelit yang dirilis oleh perusahaan pemantau udara.

Foto beresolusi rendah yang diambil oleh Soar pada hari Senin menunjukkan bintik gelap di lokasi hanggar tersebut berada, jika dibandingkan dengan citra dari tanggal 5 Juni. Penemuan ini memicu kekhawatiran baru mengenai efektivitas sistem penangkis rudal milik Tel Aviv dalam menghadapi gempuran udara.

Dikutip dari MEMO, analisis intelijen tersebut mengindikasikan bahwa fasilitas militer strategis ini mungkin telah terkena hantam selama eskalasi dengan Iran. Kendati demikian, laporan internal menyebutkan masih belum jelas apa isi di dalam struktur tersebut saat dampak serangan terjadi atau seberapa besar tingkat kerusakan yang dialami.

Perang besar kembali mengancam setelah mantan pejabat keamanan Amerika Serikat mengungkap kemampuan rudal Iran yang disebut jauh lebih berbahaya dari perkiraan. [Tangkap layar X]
Perang besar kembali mengancam setelah mantan pejabat keamanan Amerika Serikat mengungkap kemampuan rudal Iran yang disebut jauh lebih berbahaya dari perkiraan. [Tangkap layar X]

Sampai saat ini, pihak Angkatan Bersenjata Israel belum memberikan komentar resmi terkait laporan sensitif ini. Sikap bungkam tersebut justru memperkuat spekulasi publik mengenai dampak fatal dari serangan balasan Teheran.

Militer Iran pada hari Minggu menyatakan bahwa mereka membidik Pangkalan Udara Ramat David milik Israel dengan rudal balistik. Langkah agresif ini diklaim sebagai balasan langsung atas kekejaman militer sekutu Barat tersebut di wilayah regional.

Pihak Teheran menggambarkan serangan itu sebagai respons terhadap serangan Israel terhadap warga sipil di Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut. Konflik kedua negara kini berada pada titik paling kritis dalam sejarah modern.

Rudal Iran (Tasnimnews)
Rudal Iran (Tasnimnews)

Situasi memanas pada hari Minggu ketika Israel membom ibu kota Lebanon meskipun gencatan senjata sedang berlangsung. Aksi provokatif ini memicu kemarahan besar dari poros perlawanan di kawasan tersebut.

Tindakan sepihak itu mendorong Iran meluncurkan rudal ke Israel utara sebagai pembalasan, dengan Israel merespons melalui beberapa gelombang serangan udara terhadap Iran. Saling balas serangan ini menghancurkan harapan perdamaian jangka panjang.

Eskalasi berbahaya ini terus berlanjut hingga hari Senin di mana kepanikan melanda warga perbatasan. Namun, militer Iran kemudian mengatakan telah menghentikan serangan terhadap Israel untuk sementara waktu.

Teheran sekaligus memberikan peringatan akan tanggapan yang "menghancurkan" jika serangan Israel terhadap Lebanon terus berlanjut. Ancaman ini membuat seluruh pasukan komando di kawasan bersiaga penuh.

Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari lalu, kawasan tersebut terus berada dalam kondisi tegang. Instabilitas keamanan ini memicu gelombang perlawanan yang lebih masif.

Kondisi tersebut menyebabkan pembalasan Iran terhadap Israel dan negara-negara regional lain yang menampung aset-aset AS. Blokade ekonomi dan jalur udara kini membayangi wilayah Timur Tengah.

Sebuah gencatan senjata sementara sebenarnya sempat dicapai pada tanggal 8 April lalu untuk meredam konflik. Namun, kesepakatan damai tersebut tidak bertahan lama di meja perundingan.

Negosiasi kemudian terhenti di tengah perselisihan mengenai implementasinya dan perkembangan regional yang terjadi setelahnya. Kegagalan diplomasi ini diprediksi akan memperpanjang penderitaan warga sipil di kedua belah pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty Bongkar Dugaan Operasi Sistematis Israel Hapus Jejak Palestina di Tepi Barat

Amnesty Bongkar Dugaan Operasi Sistematis Israel Hapus Jejak Palestina di Tepi Barat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:48 WIB

Hapus Jejak Palestina! Amnesty Ungkap Pembersihan Etnis Terstruktur oleh Militer Israel

Hapus Jejak Palestina! Amnesty Ungkap Pembersihan Etnis Terstruktur oleh Militer Israel

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:49 WIB

FIFA Larang Bendera Lama Iran Berkibar di Stadion Saat Piala Dunia 2026

FIFA Larang Bendera Lama Iran Berkibar di Stadion Saat Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:09 WIB

Terkini

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:37 WIB

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:07 WIB

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:37 WIB

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:18 WIB

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:17 WIB

Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi

Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:08 WIB

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:02 WIB

Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR

Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:49 WIB

Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!

Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:37 WIB

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:13 WIB