Damaikan Timur Tengah, Prabowo Disarankan Pakai Strategi Geopolitik Bung Karno

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 11 Juni 2026 | 20:02 WIB
Damaikan Timur Tengah, Prabowo Disarankan Pakai Strategi Geopolitik Bung Karno
Presiden Prabowo Subianto dan Ketum DPP PDI Perjuangan sekaligus putri Presiden Soekarno, Megawati Soekarnoputri. (Instagram)
baca 10 detik
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengusulkan Presiden Prabowo menggunakan pemikiran geopolitik Soekarno sebagai landasan diplomasi luar negeri Indonesia.
  • Konsep tersebut diusulkan saat Dies Natalis UBK di Jakarta agar Indonesia dapat berperan aktif menjadi fasilitator perdamaian global.
  • Hasto menyarankan pemerintah menyelenggarakan forum internasional bertema Konferensi Asia-Afrika guna memperkuat posisi strategis Indonesia di kancah dunia.

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengusulkan Presiden Prabowo Subianto menggunakan pemikiran geopolitik Presiden pertama RI, Soekarno, sebagai landasan diplomasi luar negeri Indonesia.

Menurut Hasto, konsep tersebut dapat menjadi instrumen strategis apabila Indonesia ingin mengambil peran sebagai fasilitator perdamaian dalam berbagai konflik global, termasuk di Timur Tengah.

Usulan itu disampaikan Hasto saat memberikan kuliah umum bertajuk Pemikiran Geopolitik Bung Karno dalam rangka Dies Natalis Universitas Bung Karno (UBK) ke-27 di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Hasto menilai gagasan yang ia sebut sebagai "Siklus Geopolitik Soekarno" masih relevan untuk menjawab tantangan geopolitik dunia saat ini dan dapat digunakan pemerintahan Prabowo untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.

"Kalau Presiden Prabowo berkehendak menjadikan Indonesia sebagai peace facilitator untuk masalah Timur Tengah, ini (Siklus Geopolitik Soekarno) bisa dipakai," ujar Hasto.

Menurutnya, siklus tersebut dimulai dari perumusan kepentingan nasional, dilanjutkan dengan keterlibatan aktif dalam isu global, pembentukan norma dan hukum internasional baru melalui diplomasi, hingga penguatan diplomasi pertahanan sebagai efek penangkal.

"Siklus ini terus berputar. Kita menciptakan hukum internasional dengan pendekatan diplomasi kita, membangun kerja sama internasional, hingga akhirnya diplomasi pertahanan strategis memperkuat postur pertahanan kita," jelasnya.

Tak hanya untuk Timur Tengah, Hasto juga menyarankan pola diplomasi tersebut diterapkan dalam upaya meredakan konflik di Semenanjung Korea maupun ketegangan di Selat Taiwan.

Ia menilai diplomasi yang aktif justru dapat memberikan keuntungan strategis bagi Indonesia, termasuk dalam bidang teknologi dan industri.

baca juga

"Misalnya, dari Korea Selatan kita bisa mendapat berbagai transfer teknologi untuk mempercepat industri kita, sementara dari Korea Utara kita bisa membangun pemahaman strategis," paparnya.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengusulkan Presiden Prabowo Subianto menggunakan pemikiran geopolitik Presiden pertama RI, Soekarno, sebagai landasan diplomasi luar negeri Indonesia. [Dok.PDIP]
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengusulkan Presiden Prabowo Subianto menggunakan pemikiran geopolitik Presiden pertama RI, Soekarno, sebagai landasan diplomasi luar negeri Indonesia. [Dok.PDIP]

Sebagai langkah konkret, Hasto mengusulkan agar Prabowo mengambil inisiatif menyelenggarakan forum internasional baru yang menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia-Afrika.

Menurutnya, Indonesia dapat menggagas semacam "KAA Plus" yang dirancang secara matang dan mengedepankan seni diplomasi atau the art of diplomacy.

"Bung Karno dulu merencanakan KAA dengan sangat matang, melibatkan semua elemen termasuk mahasiswa untuk melayani delegasi dengan hormat. Itu adalah bagian dari the art of diplomacy kita," ucap Hasto.

Di akhir pemaparannya, Hasto mengingatkan pentingnya menggali kembali pemikiran para pendiri bangsa sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan global.

"Kita harus memiliki karakter yang kuat dengan tidak menjauhkan diri dari sejarah dan pemikiran besar para pendiri bangsa kita," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Said Iqbal Ungkap Prabowo Minta Permenaker Outsourcing Direvisi, Mau Dihapus?

Said Iqbal Ungkap Prabowo Minta Permenaker Outsourcing Direvisi, Mau Dihapus?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:58 WIB

JK Minta Waktu Temui Prabowo, Ungkap Hasil Obrolan 1 Jam di Istana Merdeka

JK Minta Waktu Temui Prabowo, Ungkap Hasil Obrolan 1 Jam di Istana Merdeka

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:24 WIB

Ngotot Jadi Presiden Meski Gagal Pilpres 4 Kali, Prabowo: Saya Lihat Indonesia Menuju Arah Salah

Ngotot Jadi Presiden Meski Gagal Pilpres 4 Kali, Prabowo: Saya Lihat Indonesia Menuju Arah Salah

Video | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:05 WIB

×