Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

M Nurhadi

Kamis, 11 Juni 2026 | 20:49 WIB
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG
Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi (paling kanan) didampingi Kepala Pusat Penerangan Hukum Anang Supriatna (tengah) dan Direktur Penuntutan Jampidsus Ardito Muwardi memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Bunda, Kejagung, Jakarta, Kamis (11/6/2026). ANTARA/Laily Rahmawaty
baca 10 detik
  • Kejaksaan Agung mengusut korupsi program Makan Bergizi Gratis tahun 2025-2026 melalui penggeledahan di Jakarta dan Bandung.
  • Penyidik menetapkan empat tersangka, termasuk tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional yang melakukan penunjukan mitra ilegal.
  • Tersangka menyalahgunakan wewenang dengan membatalkan mitra resmi demi mengalihkan proyek kepada vendor titipan pihak swasta tertentu.

Suara.com - Tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung bergerak cepat mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) tahun anggaran 2025–2026.

Langkah tersebut dibuktikan dengan aksi penggeledahan secara maraton di sejumlah lokasi strategis yang terafiliasi dengan para tersangka.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk menyisir sejumlah wilayah di Jakarta dan Bandung. 

"Lokasi penggeledahan pada beberapa saat yang lalu memang masih berlangsung pada beberapa tempat itu. Ada yang di Jakarta, ada yang di Bandung dan beberapa tempat lain," ujar Syarief di Gedung Kejagung pada Kamis (11/6/2026) hari ini.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tersebut membeberkan bahwa operasi ini menyasar kantor kedinasan serta rumah pribadi dari tiga tersangka utama yang merupakan mantan petinggi BGN.

Dari rangkaian penggeledahan tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan tumpukan dokumen krusial serta berbagai perangkat bukti elektronik.

"Apa yang kami dapatkan di situ adalah kami masih fokus pada dokumen-dokumen dan barang bukti elektronik yang mengarah kepada perbuatan para tersangka untuk melengkapi alat bukti yang ada," imbuh Syarief, seperti yang dikutip dari Antara.

Hingga saat ini, korps adhyaksa telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara rasuah megaproyek ini. Tiga di antaranya merupakan mantan pucuk pimpinan BGN, yakni Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Sementara satu tersangka lain berasal dari sektor swasta, yakni Asep Yusuf Somantri.

Penyidik mencatat, draf peran dari ketiga mantan pejabat teras BGN tersebut adalah melakukan penunjukan langsung secara melawan hukum terhadap sejumlah yayasan yang terafiliasi dengan mereka. Yayasan-yayasan titipan ini dijadikan sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

baca juga

Tidak hanya itu, proses pengadaan barang dan jasa dalam program pemenuhan gizi nasional ini diduga kuat ditata sedemikian rupa demi menguntungkan kelompok tertentu secara ilegal.

Atas tindakan tersebut, trio mantan pejabat BGN ini dijerat dengan Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf a atau c Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Mantan Kepala MBG Dadan Hindayana Ditangkap Kejagung (Foto: Kejaksaan.go.id)
Mantan Kepala MBG Dadan Hindayana Ditangkap Kejagung (Foto: Kejaksaan.go.id)

Kongkalikong Intervensi Portal dan Pembatalan Sepihak

Di sisi lain, tersangka Asep Yusuf Somantri yang mewakili korporasi swasta terseret setelah dirinya diminta oleh tersangka Sony Sonjaya untuk mencarikan lembaga atau yayasan yang siap dijadikan mitra pelaksana program MBG.

Dalam pelaksanaannya, Sony Sonjaya diduga memberikan fasilitas karpet merah kepada Asep untuk mengintervensi tim verifikatur internal mitra MBG. Melalui akses khusus ini, Asep dapat memetakan titik-titik dapur umum yang posisinya masih kosong.

Ironisnya, mereka juga mengatur skema pendaftaran pada portal digital mitra MBG secara sepihak. Calon SPPG resmi yang semula sudah mengantongi status disetujui oleh sistem secara mendadak dibatalkan pendaftarannya, untuk kemudian dialihkan kepada vendor-vendor titipan para tersangka.

Akibat keterlibatannya dalam kongkalikong ini, Asep Yusuf Somantri disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 605 ayat (2) dan Pasal 606 tentang KUHP.

Hingga rilis ini dikeluarkan, tim penyidik Jampidsus telah memeriksa intensif lebih dari 20 orang saksi guna membongkar jaringan mafia anggaran ini.

Adapun untuk estimasi total nilai kerugian keuangan negara yang diakibatkan oleh penyimpangan program MBG ini masih berada dalam proses audit mendalam oleh lembaga auditor negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M

Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:02 WIB

Raffi Ahmad Ungkap Reaksi Keluarga Dengar Namanya Terseret Kasus Korupsi Bea Cukai, Nagita Tertawa

Raffi Ahmad Ungkap Reaksi Keluarga Dengar Namanya Terseret Kasus Korupsi Bea Cukai, Nagita Tertawa

Video | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:22 WIB

Buru Nama Besar! Kejagung Fokus Bedah 'Nyanyian' Sony Sanjaya di Korupsi MBG

Buru Nama Besar! Kejagung Fokus Bedah 'Nyanyian' Sony Sanjaya di Korupsi MBG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:42 WIB

Chef Arnold Pilih Mundur sebagai Juknis MBG: Programnya Sangat Rumit

Chef Arnold Pilih Mundur sebagai Juknis MBG: Programnya Sangat Rumit

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:57 WIB

Sikat 'Tangan Kanan' Sony Sanjaya! Asep Yusuf Ditetapkan Tersangka usai Akali Jatah Dapur MBG

Sikat 'Tangan Kanan' Sony Sanjaya! Asep Yusuf Ditetapkan Tersangka usai Akali Jatah Dapur MBG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:54 WIB

Full Klarifikasi Raffi Ahmad Soal Namanya Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai

Full Klarifikasi Raffi Ahmad Soal Namanya Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai

Video | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:28 WIB

Terkini

Hangat, Maskulin, dan Berkelas: 5 Parfum Aroma Spicy Woody yang Wajib Coba

Hangat, Maskulin, dan Berkelas: 5 Parfum Aroma Spicy Woody yang Wajib Coba

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Nyanyian dan Posko Makanan Gratis Ibu Hangatkan Bundaran HI Jelang Aksi Mahasiswa

Nyanyian dan Posko Makanan Gratis Ibu Hangatkan Bundaran HI Jelang Aksi Mahasiswa

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan

850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

7 Cara Daftar Kuota Antrean Aplikasi M-Paspor, Apa Saja Dokumennya?

7 Cara Daftar Kuota Antrean Aplikasi M-Paspor, Apa Saja Dokumennya?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Pembalut Kena PPN, Perempuan Harus Bayar Lebih untuk Kebutuhan Biologisnya?

Pembalut Kena PPN, Perempuan Harus Bayar Lebih untuk Kebutuhan Biologisnya?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Viral Bidan Live saat Persalinan Pasien, Area Sensitif Ibu-ibu Ikut Terekam

Viral Bidan Live saat Persalinan Pasien, Area Sensitif Ibu-ibu Ikut Terekam

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Peugeot Motorcycles Akui Pede Bersaing di Segmen Skutik Premium dengan Mesin 125 cc

Peugeot Motorcycles Akui Pede Bersaing di Segmen Skutik Premium dengan Mesin 125 cc

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Memugar Bilik Retak Peradaban: 2 Tahun Kerja Prabowo-Gibran untuk Pendidikan

Memugar Bilik Retak Peradaban: 2 Tahun Kerja Prabowo-Gibran untuk Pendidikan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Tawuran Maut di Kebon Jeruk: 19 Orang Ditangkap, Pelaku Siram Air Keras Diburu

Tawuran Maut di Kebon Jeruk: 19 Orang Ditangkap, Pelaku Siram Air Keras Diburu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat

Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:08 WIB

×